G-20, Eurozone, dan Tantangan Ekonomi Global

\G-20, Eurozone, dan Tantangan Ekonomi Global\
Ilustrasi. Foto: Corbis

Pertemuan tingkat tinggi G-20 di Cannes, Prancis, telah berakhir 4 November 2011. Pertemuan tersebut bersamaan dengan perdebatan di Uni Eropa (UE) atas penanggulangan krisis ekonomi di eurozone, khususnya di Yunani.

Lalu, apa hal-hal utama pada pertemuan G20 tersebut? Konsentrasi isu berfokus pada tiga wilayah. Pertama, menyambut rencana penanganan masalah keuangan dan stabilitas keuangan di eurozone oleh negara-negara UE.

Kedua, memperkuat peranan IMF dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi dana kepada IMF jika dibutuhkan. Ketiga, mendukung penciptaan lapangan kerja, proteksi sosial, dan pelbagai tantangan ekonomi global lainnya. Pertemuan G20 dibayangi oleh krisis keuangan di eurozone.

Perhatian Eropa dan dunia menunggu keputusan apa yang akan diambil Pemerintah Yunani dan Pemimpin UE (khususnya Jerman dan Prancis) terkait dengan pengucuran dana talangan kedua untuk Yunani sebesar 100 miliar euro serta 50 persen pengurangan utang.

Apakah Pemerintah Yunani langsung menerima resep penanganan ekonomi dari UE atau langkah selanjutnya setelah membatalkan rencana referendum nasional sebelum menerima resep tersebut? Situasi tersebut membuat krisis keuangan di eurozone menjadi lebih dalam dan kompleks dari yang dibayangkan sebelumnya.

Kondisi ekonomi Yunani berdampak sistemik pada krisis keuangan di Italia dan negara-negara eurozone lainnya. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan para pemimpin di UE membuka opsi untuk mendorong Yunani meninggalkan eurozone sebagai pilihan terakhir dan mencegah meluasnya krisis keuangan.

Kompleksitas di atas berimplikasi terhadap beragamnya posisi dari para anggota G- 20, khususnya Jerman dan Prancis, yang berharap mendapatkan bantuan dana talangan dari negara-negara G-20 seperti China.

China menyatakan tidak bisa menalangi dana untuk eurozone.Amerika Serikat juga menaruh perhatian khusus atas apa yang berkembang dan rencana penanganan yang akan dilakukan oleh Jerman dan Prancis sebagai pendukung euro. Pada akhirnya, G-20 tidak secara jelas menyatakan sikap atas yang terjadi di eurozone selain menyambut rencana UE untuk menangani krisis keuangan di eurozone.

Selanjutnya, G-20 berusaha memperkuat peranan IMF sehingga efektif dalam mengawasi sistem keuangan global dengan fokus pada sektor keuangan, fiskal, kebijakan nilai tukar, dan dampak dari perkembangan dari hal-hal tersebut untuk stabilitas ekonomi global yang sistemik.

G-20 juga berkomitmen untuk mendukung rencana IMF sebagai pelaksana dari precautionary and liquidity line (PLL). PLL ditujukan untuk negaranegara yang membutuhkan dana yang cair dan fleksibel dalam jangka pendek sesuai kasus per kasus per negara yang terkena dampak dari krisis ekonomi eksternal yang sistemik.

Fokus ketiga diberikan pada penciptaan lapangan kerja, proteksi sosial, dan pelbagai tantangan ekonomi global lainnya.

Penciptaan lapangan kerja dan proteksi sosial menjadi masalah krusial karena melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat yang berdampak pada meningkatnya angka persentase pengangguran dari total populasi di UK (8,1 persen), Prancis (9,9 persen), Jerman (5,9 persen), eurozone (9,7 persen), Spanyol (22,6 persen), Yunani (17,6 persen), dan Amerika Serikat (9,1 persen) (Eurostats, September 2011:1).

Tingginya persentase pengangguran di negara-negara tersebut mayoritas didominasi para generasi muda. Situasi tersebut berdampak langsung pada kondisi sosial masyarakat seperti pelayanan kesehatan, minimnya penciptaan lapangan kerja, jaring pengaman sosial untuk penduduk miskin dan pemutusan hubungan kerja, serta melemahnya bantuan keuangan untuk anakanak, penyandang cacat, dan orang tua.

G-20 juga mencapai kesepakatan untuk memasukkan pelbagai tantangan ekonomi dunia seperti isu pertanian yang menekankan peningkatan jumlah produksi dan produktivitas pertanian, peningkatan transparansi informasi pasar dan menurunkan risiko harga pangan yang meningkat.

G-20 juga mendorong efektivitas dan transparansi pasar energi serta perluasan akses untuk teknologi yang ramah lingkungan. G-20 mendukung pembangunan yang berkesinambungan dan merespons perubahan iklim yang berkembang saat ini.

Diharapkan, G-20 bisa mendorong mekanisme pembiayaan (green climate fund) yang berimbang dan efektif pada negara-negara berkembang yang terkena dampak dari perubahan iklim global. Lalu, G-20 menaruh perhatian pada isu pembangunan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang dan tertinggal, khususnya keamanan pangan dan pembangunan infrastruktur. Dukungan pembangunan di negara-negara berkembang dan tertinggal akan mendorong pencapaian tujuantujuan pembangunan milenium.

G-20 berusaha mencari alternatif pembiayaan untuk pembangunan di negaranegara berkembang dan tertinggal melalui kerja sama dengan pelbagai pihak terkait seperti pemerintah, sektor bisnis, NGO, individu dan organisasi regional/subregional seperti pemotongan pajak rokok, tanggung jawab sosial dari perusahaan, dan pelbagai pajak keuangan lainnya. Ada beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari hasil pertemuan G-20 tempo hari. Pertama, agenda-agenda G-20 terkesan cukup luas dan umum.

Artinya, G-20 belum menerjemahkan pelbagai agenda tersebut pada langkah-langkah koordinasi atas kebijakan yang konkret dan cara pencapaian yang detail serta terukur untuk mencapai tujuan-tujuan seperti diuraikan di atas.

Kedua, konsentrasi isu di pertemuan G-20 di Cannes terlalu didominasi oleh isu krisis keuangan di eurozone dibandingkan isu-isu penting lainnya seperti pertumbuhan ekonomi global, pertanian, penciptaan lapangan kerja, proteksi sosial, dan perubahan iklim.

Ketiga, G-20 mendorong penguatan peranan IMF sebagai institusi penengah dan penyeimbang atas pelbagai kepentingan negara anggota G-20 (China dan Amerika Serikat) untuk terhindar dari komitmen langsung atas penanggulangan dana bagi eurozone.

BEGINDA PAKPAHAN

Dosen FISIP Universitas Indonesia dan Peneliti di The University of Edinburgh, United Kingdom

(ade)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.