Tips Sri Mulyani Genjot Infrastruktur

Idris Rusadi Putra - Okezone
Selasa, 8 November 2011 15:15 wib
Sri Mulyani. Foto: Koran SI
Sri Mulyani. Foto: Koran SI
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan beberapa tips untuk pemerintah dalam meningkatkan investasi di Indonesia maupun di Asean. Managing Director World Bank ini menjelaskan, untuk meningkatkan investasi sangat dibutuhkan pembangunan infrastuktur yang berkualitas.

"Investasi di Asean belum kembali pulih setelah krisis 1997, meningkatkan investasi 30 persen belum tercapai. Kuncinya bagaimana menaikkan investasi dan kualitas investasi. Kualitas investasi sangat menentukan," jelas wanita yang biasa disapa Ani ini ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (8/11/2011).

Lebih lanjut dia mengatakan, meningkatkan infrastuktur tepat waktu adalah kunci penting dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan mengundang datangnya investasi. Dan juga menurut perempuan yang biasa dipanggil Ani ini, yang harus diperhatikan pemerintah adalah institusi yang menjalankan proyek infrastruktur, karena proyek tersebut yang besar.

"Institusi membutuhkan kepastian, melakukan studi, memperbaiki kualitas institusinya. Mempersiapkan infrastruktur tepat waktu dan kualitas harga," jelasnya.

Kemudian, dia juga menyebutkan pemerintah harus menyiapkan sumber daya manusia dalam mengelola infrastruktur tersebut, walau pun sekarang Asean telah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas namun harus ditingkatkan.

"Human capital, banyak negara Asean memiliki persentase yang tinggi, artinya investasi di higher investasi harus diperbaiki, dan menghasilkan orang yang tidak hanya berijazah tapi bisa memperbaiki teknologi dan produk perekonomian," pungkasnya. (rhs)
  • Eddi yabani » 0 Tanggapan
    Terikasih bu Ani sekarang anda nampak apa saja kekurangan indonesia sebab anda ada di luar- negeri inprastruktur yang belum dapat dibanggakan Human kapital yang jauh ketinggalan hari - hari cari investasi jadi macam jual barang tak laku,dulu bu Ani jadi menteri tak nampak sekarang semua sudah nampak itulah yang diukeluhkan rakyat sekarang ini,kalau ada lawatan keluar negeri bukan belajar atau tengok macam mana orang menguruskan negaranya tapi pergi shoping dan cuci mata.,buku-buku catatan di buang ditong sampah Kedutaan
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit