Ilustrasi
BEIJING - Ekspor China pada Oktober 2011 tumbuh terendah dalam delapan bulan terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi negara Tirai Bambu itu akan melambat. Sementara impor melonjak lebih dari yang diharapkan.
Bea Cukai menunjukkan angka ekspor China naik 15,9 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya. Angka itu di bawah perkiraan sebesar 16,5 persen. Ini adalah pertumbuhan terendah sejak Februari akibat eksportir merasakan dinginnya ekonomi global, terutama dampak dari penurunan ekonomi Uni Eropa, pasar ekspor terbesar China. Impor melonjak 28,7 persen meskipun, jauh di atas perkiraan kenaikan 23,0 persen.
Data juga menunjukan pertumbuhan yang sehat dalam penjualan ritel dan investasi di jalan dan infrastruktur lainnya dan penurunan tajam dalam inflasi. Surplus perdagangan Oktober datang di USD17 miliar, jauh lebih rendah daripada perkiraan sebesar USD24,9 miliar.
"Surplus yang rendah dan lambatnya pertumbuhan ekspor mencerminkan tanda-tanda perlambatan ekonomi China. Semuanya menunjukkan soft landing bagi perekonomian, mengingat kemarin angka IHK yang menunjukkan tekanan harga berkurang," kata analis CIMB Suresh Ramanathan seperti dilansir dari Reuters, Kamis (10/9/2011).
Para pemimpin China juga telah berbicara dalam beberapa minggu terakhir tentang kebijakan makroekonomi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, yang melambat pada kuartal ketiga menjadi 9,1 persen. Ini merupakan angka terlemah dalam lebih dari dua tahun. (wdi)