Penjualan Mobil Nasional Bisa Turun 30%

Senin, 14 November 2011 15:00 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Penjualan mobil nasional diperkirakan akan mencapai 60 ribu unit pada November 2011. Jumlah itu mengalami penurunan sekira 30,31 persen dibandingkan realiasasi di bulan sebelumnya yang sebesar 86.101 unit.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan, penurunan itu merupakan dampak dari banjir Thailand. Pasalnya, kata dia, setelah terjadinya banjir, suplai mobil secara utuh (Completely Built Up/CBU) maupun terurai (Completely Knocked Down/ CKD) serta berbagai komponen dari Thailand mulai berkurang.

Beberapa jenis mobil yang diimpor oleh TAM dari Thailand antara lain adalah Camry, Corolla, Vios dan Hilux. Kendati demikian, Joko tetap berharap, penjualan bisa menyentuh angka 75 ribu unit. "Kemungkinan terburuk, industri automotif kita hanya bisa mengantongi 60 ribu unit. Namun, mudah-mudahan masih bisa mencapai 70 ribu-75 ribu unit,” kata Joko di Jakarta, Senin (14/11/2011).

Menurutnya, pabrik Toyota di Thailand memang tidak secara langsung terendam banjir. Namun, kata dia, jalan di sekitar pabrik yang tergenang oleh air. “Pabrik Toyota tidak terendam. Tapi jalan terendam sehingga pabrik tidak bisa produksi,” ucapnya.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, saat ini impor CBU dari Thailand ke Indonesia adalah sekira 50-60 persen per tahun. Tak hanya suplai, kata Joko, banjir di Thailand juga memengaruhi penjualan Toyota. Joko memperkirakan, penjualan Toyota hingga akhir tahun ini hanya akan mencapai 320 ribu unit atau 37 persen terhadap total penjualan mobil secara nasional yang sekira 865 ribu unit.

Jumlah itu berarti meleset dari target awal yang sebesar 360 ribu unit, atau 40 persen dari total penjualan secara nasional sebesar 900 ribu unit.

"Awalnya, kami memprediksi penjualan mobil Indonesia pada tahun ini bisa mencapai 900 ribu unit. Namun, karena banjir di Thailand, perhitungan tersebut berubah. Begitu juga untuk tahun depan. Prediksinya sangat konservatif,” tegasnya.

Sementara, Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menambahkan, banjir di Thailand mengganggu suplai komponen AHM. “Namun, masih bisa ditanggulangi. Pada tahun depan, kondisi alam yang ekstrem menjadi salah satu faktor yang sangat bisa memengaruhi penjualan motor,” kata Johannes.

Johannes mengaku, saat ini pihaknya masih terus memonitor dampak serta suplai komponen akibat banjir di Thailand. “Total market motor tahun ini sekira 8,1-8,2 juta unit. Masih monitor kondisi pasokan dari Thailand. Meski sedikit, bisa mengganggu,” tutup Johannes. (Sandra Karina/Koran SI/wdi)
TWITTER »
twit