Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Dunia Dilanda Krisis, Sukuk Global Tetap Terbit

Wisnoe Moerti , Jurnalis-Selasa, 15 November 2011 |13:31 WIB
Ekonomi Dunia Dilanda Krisis, Sukuk Global Tetap Terbit
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tetap berencana menerbitkan surat utang syariah (sukuk) global berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebagai pembiayaan untuk menutup defisit anggaran tahun ini yang diperkirakan di bawah target yang ditentukan dalam APBN-P 2011.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menyebutkan imbal hasil atau bunga yang ditawarkan mencapai 4,25 persen. "Yield-nya (imbal hasil) sekira 4,25 persen, itu bagus kan," ungkap Anny usai seminar nasional bertajuk Transparansi Pengelolaan Keuangan Negara Menuju Pengelolaan Keuangan Negara yang Bersih, Transparansi dan Akuntabel di Jakarta, Kamis (11/11/2011).

Kendati tidak mengubah rencana penerbitan suku global, pemerintah mengaku tetap berhati-hati dalam menerbitkannya. Dasar pertimbangannya adalah kondisi perekonomian dunia yang belum stabil. Utamanya, kata dia, potensi perlambatan dan krisis yang akan terjadi pada 2012. Menurutnya, pemerintah harus berjaga-jaga karena kondisi ekonomi tahun depan tidak sebaik tahun ini.

"Untuk menerbitkan bond, jadi timing (waktu), sizing (ukuran), pricing, itu harus dilihat dengan baik," tegasnya.

Disinggung mengenai target tahun ini, Kemenkeu masih mempertahankan target penerbitan sukuk global yang sudah ditentukan sebelumnya. Hanya saja, Anny tidak menyebutkan besaran target yang dimaksud.

"Jadi rencana tahun ini tetap kita pegang, tapi apa harus dieksekusi semuanya tahu tidak itu harus lihat timing, pricing, sizing. Harus dilihat juga efisiensi biayanya," tutupnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement