JAKARTA - Pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas manusia Indonesia yang tercermin melalui indeks pembangunan manusia (IPM).
Berdasarkan data terbaru yang dirilis United Nations Development Programme (UNDP) beberapa waktu lalu menunjukkan, kualitas manusia Indonesia pada 2011 mengalami kenaikan tipis jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan lima negara besar di kawasan Asia Tenggara (Asean), kualitas manusia di Indonesia berada di posisi bawah.
Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) Indonesia tahun ini berada pada level 0,617 atau mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun lalu yang berada di level 0,613.
Dengan nilai tersebut, peringkat Indonesia kini berada di posisi 124 dari 187 negara. Sementara negara Asean lainnya, Singapura menduduki peringkat pertama untuk kawasan Asean untuk kualitas manusia dengan nilai HDI 0,866.
Brunei Darussalam dengan nilai 0,838, disusul Malaysia dengan HDI 0,761, Thailand dengan nilai 0,682, dan Filipina dengan nilai 0,644. Indonesia hanya unggul jika dibandingkan Vietnam yang memiliki nilai IPM 0,593, Laos dengan nilai 0,524, Kamboja 0,523, dan Myanmar dengan nilai IPM 0,483.
Presiden Representative UNDP El Mostafa Benlamlih mengungkapkan, kendati mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu, pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Pemerintah perlu memerhatikan upaya-upaya untuk peningkatan di tiga sektor yakni pendidikan, kesehatan dan pendapatan yang lebih baik.
"Agar bisa bersaing dengan dunia global,” ungkap Mostafa saat menggelar konferensi pers di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Menurutnya, kesenjangan yang perlu diminimalisir adalah pemerataan pembangunan di daerah yang hingga saat ini cenderung tidak seimbang. Hal ini penting untuk menarik investasi ke Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah. “Orang di Jakarta dan daerah harus punya kesempatan yang sama,” katanya.
Mostafa juga menekankan pentingnya penguatan sektor pendidikan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM. Dia meyakini, jika kualitas manusia dari sisi pendidikan terangkat, daya beli juga berpotensi terangkat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana memaparkan, untuk indeks kesehatan manusia Indonesia tahun ini berada di level 0,779, index pendapatan 0,518, dan untuk index kesehatan 0,584.
Pemerintah mengklaim terus berupaya mengejar ketertinggalan IPM Indonesia dengan negara lain, minimal dalam satu kawasan. Pihaknya optimistis kualitas manusia Indonesia bisa diperbaiki dengan ditandai meningkatnya IPM Indonesia. “Bisa asal dengan kerja keras,” tegas Armida.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.