Investment Grade Saja 6,29%"" />
JAKARTA - Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) global atau yang dikenal dengan Sukuk berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dengan yield sebesar 4,5 persen, dianggap sudah cukup rendah.
Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto yakin sukuk global yang diterbitkan pemerintah di tengah ancaman krisis global ini diminati oleh investor asing. Ucapan Rahmat, mengacu pada rating obligasi Indo BB+/S&P's, Ba1/Moody's, serta BB+/Fitch.
"Sebagai perbandingan, Italia dengan rating investment grade A2, baru saja menerbitkan bond lima tahun dengan yield 6,29 persen," jelas dia lewat pesan singkatnya kepada okezone di Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui SPV Perusahaan penerbit SBSN Indonesia-2 telah melakukan pricing Global Sukuk senilai USD1 miliar dengan tenor tujuh tahun dengan harga at par pada yield/kupon empat persen.
Penawaran pembelian (book-order size) dari sukuk global ini adalah USD6,5 miliar atau kelebihan permintaan sebanyak 6,5 kali dari 250 investor. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.