Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebaran Sukri Masih di Dominasi Wilayah Jakarta

Yuni Astutik , Jurnalis-Selasa, 15 November 2011 |15:32 WIB
 Sebaran Sukri Masih di Dominasi Wilayah Jakarta
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Sebaran penerbitan sukuk negara ritel (sukri) dinilai masih belum merata di Indonesia, terbukti wilayah Indonesia Bagian Barat tercatat memiliki komposisi lebih besar dibandingkan dengan wilayah yang lain.

"Sebaran penerbitan sukuk negara retail pasar perdana belum merata, dimana wilayah Indonesia bagian tengah dan timur masih sedikit. Namun presentasenya meningkat," ungkap Kepala Seksi Analisis Fiskal Kementerian Keuangan, Restiantidaam seminar bulanan ekonomi syariah di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Berdasarkan data yang diterima okezone, tercatat jika jumlah investor untuk sukuk jenis SR-001 didominasi oleh wilayah Jakarta dengan kisaran 41,5 persen, selanjutnya Indonesia barat selain Jakarta 51 persen, Indonesia tengah 4,41 persen, dan terakhir Indonesia Timur 2,41 persen.

Sementara untuk sukuk negara ritel SR-002, Jakarta masih mendominasi sebesar 41 persen, Indonesia Barat 52 persen, Indonesia Tengah 4,4 persen dan Indonesia Timur 1,6 persen. Dan untuk Sukuk jenis SR-003, Jakarta kembali masih mendominasi yaitu sebesar 55 persen, Indonesia Barat 40 persen, Indonesia tengah 2,97 persen, dan Indonesia Timur 1,3 persen.

"Kalau berdasarkan profesi, investor tersebut diantaranya berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Swasta, Ibu Rumah Tangga juga cukup besar, TNI, Polri," imbuhnya.

Dia menjelaskan, adapun kendala dalam mengembangkan sukuk tersebut adalah investor yang membeli sukuk tersebut tidak lagi memperdagangkan sukuk yang dibelinya di pasar sekunder

"Investor yang beli kemudian di hold, tidak di tradingkan lagi di pasar sekunder. Untuk mencapai likuiditas pasar yang diinginkan masih butuh waktu yang lama," tandasnya.

Sekedar informasi, total penerbitan sukuk negara ritel ketiga pada tahun ini, mencapai Rp7,341 triliun. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding sukuk negara ritel tahun sebelumnya dengan total penerbitan mencapai Rp8,003 triliun.  (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement