Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Inilah Poin Penting Kembangkan Sektor Pertanian

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Rabu, 16 November 2011 |09:45 WIB
Inilah Poin Penting Kembangkan Sektor Pertanian
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah dinilai harus mengembangkan sektor pertanian guna mengantisipasi terjadinya krisis pangan yang akan terjadi di masa depan.

Ketua Komisi Tetap Perkebunan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rudyan Kopot menuturkan hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan yang akan terjadi di masa depan.

Hal itu dilakukan untuk menuju swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan menjadi primadona dunia.

"Ada beberapa cara untuk dapat melakukan hal tersebut di antaranya dari segi perbaikan perencanaan yaitu penyempurnaan tata ruang wilayah, perbaikan infrastruktur, dan fokus pada komoditas unggulan/kompetitif dengan pengembangan kawasan komoditas," ungkapnya, kala ditemui di Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Dia menambahkan, dari segi pembiayaan yang harus dilakukan adalah adanya keberpihakan pada agribisnis, perlunya pendirian bank pertanian, dan penguatan lembaga keuangan nonbank (koperasi dan LKM).

Kemudian dari segi peningkatan produktivitas yaitu perlunya pengembangan sumber daya alam dan manusia yang kompeten. Selain itu dari segi peningkatan pemasaran, diperlukan pengembangan pasar dalam dan luar negeri serta membangun citra produk Indonesia dan minimalisasi nontarif barrier.

Terakhir, diperlukan harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan (fokus, ringkas, jelas, tegas dan konsisten). Serta adanya road map (terintegrasi hulu-hilir, fokus produk unggulan yang bernilai tambah tinggi) serta adanya manajemen data yang akurat dan updated.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement