Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan syariah di Indonesia untuk meningkatkan pembiayaan di sektor pertambangan. Hal ini dikarenakan sektor pertambangan menjadi sebuah sektor yang menjanjikan.
Hal ini disampaikan Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulia Siregar dalam sambutannya di Seminar Peluang Perusahaan Memperoleh Pembiayaan Syariah di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (17/11/2011).
"Selama ini, pembiayaan perbankan syariah di sektor pertambangan terkendala beberapa issue seperti pembiayaan pertambangan mayoritas bersumber dari lembaga keuangan luar negeri, membutuhkan modal kerja dan investasi besar," ungkapnya.
Mulia melanjutkan, saat perekonomian global menjadi bergejolak, perbankan syariah seharusnya juga masuk ke pembiayaan di sektor perbankan.
"Perbankan syariah jika dananya besar bisa melakukan sindikasi dengan sesama perbankan syariah, mereka juga bisa menjadi agen yang memfasilitasi pembiayaan multilateral seperti dari ADB misalnya," lanjutnya.
Peluang perbankan syariah untuk membiayai pertambangan, juga dapat berupa penerbitan Surat Berharga Syariah (Sukuk) yang berjangka panjang sesuai dengan karakteristik usaha pertambangan.
Selain itu, BI sebagai regulator, juga sedang menggodog aturan mengenai nisbah (bagi hasil) pembiayaan jual beli yang didasarkan pada realitas usaha di sektor pertambangan.
"Kami sedang kaji dengan akademisi dari UI, semoga bisa diujicobakan akhir 2012," pungkas dia. (ade)