Krisis Global, Indonesia Malah Pesan 230 Pesawat

Jum'at, 18 November 2011 20:47 wib
Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/Okezone
Ilustrasi. Foto: Tangguh Putra/Okezone
NUSA DUA - Kondisi perekonomian global menemui titik slowdown, dengan melambatnya pertumbuhan di negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan kawasan Eropa.

Keadaan pun seakan berbalik dengan apa yang terjadi di kawasan yang biasa disebut emerging countries. Indonesia dalam KTT ASEAN ke-19 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali dalam hal ini maskapai penerbangan Lion Air telah menyepakati Memorandum of Understanding (MoU) dengan produsen pesawat asal AS, Boeing.

Pemesanan sebanyak 230 unit pesawat Boeing dengan nilai investasi USD21,7 miliar yang dilakukan Lion Air kemarin, membuktikan bahwa perekonomian ASEAN saat ini memasuki era emasnya.

Okezone.com Vote Form : 531425

Apakah MoU ini membuktikan bahwa perekonomian ASEAN saat ini memasuki era emasnya?

Di saat banyak negara-negara maju sedang berusaha keras menstabilkan dan menata kembali pembangunan ekonomi negaranya, kawasan yang berada di benua terpadat ini justru melakukan ekspansi-ekspansi perekonomiannya yang banyak mengejutkan berbagai pihak.

Presiden AS Barack Obama yang juga menghadiri penandatangan MoU ini menyampaikan dalam sambutannya bahwa dirinya sangat menyambut baik perjanjian bernilai miliaran dolar ini. Obama mengatakan perjanjian tersebut akan saling menguntungkan kedua belah pihak negara yaitu AS dan Indonesia.

Bagi Indonesia, ujar Obama hal ini akan mempercepat laju bisnis dari Lion Air sendiri, sementara bagi negaranya perjanjian ini akan banyak membuka lapangan kerja ke depan.

"Ini sangat luar biasa. Contoh yang sangat baik dalam investasi perdagangan dan peluang komersial yang ada di kawasan Asia Pasifik. Saya ucapkan terima kasih kepada semua. Kedatangan kami di sini juga dalam rangka bagaimana meningkatkan lapangan pekerjaan di AS. Ini merupakan sebuah kesepakatan terbesar sepanjang sejarah Boeing, akan ada 230 unit pesawat dan 100 ribu lapangan kerja menanti,” ujar Presiden Obama dalam pidatonya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Jumat (18/11/2011).

Pemesanan pesawat yang dimulai pada 2017 dan akan selesai hingga 2025 ini menurut Presiden Obama adalah merupakan salah satu contoh upaya pemerintah AS dalam mencapai salah satu tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan sektor ekspor AS sebanyak dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan.

(Rini Harumi W/Koran SI/ade)
  • Josua Sitinjak » 0 Tanggapan
    Namun perlu diperhatikan lagi mengenai fasilitas bandara udara,. Sebaiknya dengan semakin banyaknya jumlah pesawat yang akan masuk ke dalam negeri, maka semakin di benahi dan diperluas lagi, kalau bisa ditambah jumlahn bandara udara yang ada di Indonesia, apalagi nanti di tahun 2017, (pesawat 737Max dan 737-900ER)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • budi » 0 Tanggapan
    Makanya baca majalah luar negeri jangan hanya majalah dalam negeri seperti katak dalam tempurung jutawan dengan pertumbuhan terbanyak pertama di c**a kedua india dan ketiga indonesia dibuktikan dengan semakin banyaknya orang kaya diindonesia yang membeli pesawat pribadi secara tunai sehingga lapangan parkir untuk pesawat pribadi diindonesia hampir tidak bisa menampung pesawat-pesawat pribadi para jutawan indonesia menurut majalah amerika
    Beri Tanggapan Laporkan
  • budi » 0 Tanggapan
    Makanya baca majalah luar negeri jangan hanya majalah dalam negeri seperti katak dalam tempurung jutawan dengan pertumbuhan terbanyak pertama di c**a kedua india dan ketiga indonesia dibuktikan dengan semakin banyaknya orang kaya diindonesia yang membeli pesawat pribadi secara tunai sehingga lapangan parkir untuk pesawat pribadi diindonesia hampir tidak bisa menampung pesawat-pesawat pribadi para jutawan indonesia menurut majalah amerika
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abenk » 0 Tanggapan
    Loh!!?? Ga ada yg salah kan? Beli nya pake duit perusahaan kok. Bukan dari duit korup..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit