"WAKTU pensiun nanti pengennya jalan-jalan keliling dunia, pasti seru
deh!"
"Pengen
sih hidup sederhana saja, tapi di luar kota seperti Puncak, udaranya jauh lebih bersih"
"Dana Pensiun? Nanti saja, kan masih lama, sekarang nikmati
aja dulu,"
Dalam proses belajar perencana keuangan, saya pernah mencoba untuk bertanya kepada teman-teman saya yang sebaya ataupun orang yang usianya jauh diatas saya mengenai apa tujuan mereka sewaktu pensiun? Sudahkah menyiapkan Dana Pensiun mereka? Beberapa jawaban mereka seperti yang ditulis pada paragraf di atas.
Ternyata merencanakan pensiun itu sama pentingnya
loh sama seperti ketika waktu kecil kita sering ditanyai cita-citanya waktu besar mau jadi apa.
Setiap orang pasti akan memasuki usia pensiun cepat atau lambat. Pertanyaannya, apakah Anda sudah siap untuk pensiun? Pensiun nanti mau
ngapain aja? Cukupkah uang untuk pensiun yang telah dikumpulkan sampai meninggal nanti? Apakah program Jamsostek yang Saya miliki bisa memenuhi kebutuhan Saya sewaktu pensiun?
Pensiun mempunyai makna yang berbeda bagi setiap orang. Salah satu hal yang pasti dari pensiun adalah terhentinya penghasilan aktif. Terlebih lagi pada saat memasuki pensiun biaya-biaya yang biasa Anda keluarkan tetap berjalan seperti biasa. Bagi beberapa orang, ada yang sudah menyiapkan dana pensiunnya sejak dini dan tahu apa yang ingin dikerjakannya, ada yang sudah mengetahui apa yang ingin dikerjakan tetapi belum menyediakan dananya dan ada juga yang memilih untuk bersikap apatis terlebih lagi mereka yang memilih untuk terus bergantung pada anak atau keturunannya.
Pensiun bukanlah hal yang menakutkan kalau kita tahu apa yang harus kita kerjakan dan apa yang harus kita persiapkan. Kalau Anda seorang yang
workaholic dan tidak bisa diam di rumah, Anda bisa memilih untuk terus bekerja tentunya Anda harus cari perusahaan yang bisa mempertahankan Anda sebagai karyawan di usia tertentu, Anda juga bisa memilih untuk berwiraswasta.
Bagi mereka yang memilih untuk bekerja di usia pensiun, tentunya mereka masih mendapatkan penghasilan yang dapat mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi, bagi mereka yang memutuskan untuk berhenti bekerja, arus pendapatan mereka akan otomatis terhenti. Bagaimana caranya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?
Mulailah dari sekarang!
Sebenarnya cukup mudah dan lebih baik jika kita dapat menyiapkan dana yang dapat kita gunakan sewaktu pensiun nantinya, tanpa melihat apakah kita berkeinginan untuk terus bekerja atau berhenti bekerja. Karena satu hal yang pasti, Anda tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.
Bagi Anda yang bekerja biasanya sudah mendapatkan program Jamsostek dari pemberi kerja khususnya Jaminan Hari Tua (JHT). Tentunya hal ini sedikit banyak membantu dalam menyiapkan masa pensiun. Karena biasanya nilai tunai yang didapat dari program tersebut relatif kecil, Anda bisa melengkapinya dengan mengikuti program tambahan di luar Jamsostek.
Di Indonesia, terdapat dua macam program pensiun yang dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai yaitu Program Pensiun Manfaat Pasti dan Program Pensiun Iuran Pasti.
Program Pensiun Manfaat Pasti
Program Pensiun Manfaat Pasti atau yang biasa disebut
defined benefit plan adalah suatu program pensiun yang memberikan manfaat berupa nominal yang telah ditentukan pada saat mencapai pensiun.
Program Pensiun Iuran PastiProgram Pensiun Iuran Pasti atau yang biasa disebut
defined contribution plan adalah suatu program pensiun yang menetapkan besarnya iuran, sedangkan manfaat yang akan diterima dihitung berdasarkan akumulasi iuran ditambah dengan hasil pengembangan investasinya.
Manfaat yang diterima ketika memasuki pensiun nantinya biasanya telah ditentukan di awal, apakah akan dibayar secara sekaligus
(lump sum) atau secara berkala
(annuity) sampai dengan waktu tertentu.
Selain mengikuti program pensiun yang ada, ternyata ada juga
loh alternatif lain yang bisa digunakan untuk mencapai target dana pensiun yang Anda inginkan. Biasanya
customized pension plan tersebut bisa Anda dapatkan melalui kantor jasa perencanaan keuangan. Tentunya akan ada hitung-hitungan yang akan dibuat oleh
financial planner yang sudah cukup berpengalaman dibidangnya.
Yuk, kita coba hitung-hitung yah! Misalkan saja, seorang Bapak ingin merencanakan pensiun dengan mengasumsikan bahwa pengeluaran sekarang akan terus sama ketika memasuki pensiun nantinya. Berarti setidaknya, Bapak tersebut harus memiliki pendapatan minimal sebesar dengan pengeluarannya. Berapa sih yang harus disisihkan Bapak tersebut agar rencana pensiunnya tercapai?
Usia
|
35 tahun
|
Pensiun
|
55 tahun
|
Lama menikmati masa pensiun
|
15 tahun
|
Pengeluaran per bulan yang diharapkan di masa pensiun
|
Rp. 8,000,000
|
*Asumsi inflasi = 10 persen, hasil investasi = 18 persen
Dengan menghitung nilai masa depan dari pengeluaran Bapak di atas, maka total dana yang harus disisihkan per bulan adalah sekira sebesar Rp2.600.000. Coba bandingkan jika Bapak tersebut baru memulai perencanaan untuk Dana Pensiun pada saat usia 40 tahun. Berapa yang harus disisihkan per bulannya?
Ternyata, hasil yang didapat jika Bapak tersebut memulai pada saat usia 40 tahun adalah sekira sebesar Rp4.100.000. Semakin dini Anda memulai untuk merencanakan Dana Pensiun, maka dana yang harus disisihkan akan semakin murah. Jadi, ketika Anda merencanakan untuk pensiun di usia berapapun, Anda sudah tahu harus menyisihkan uang Anda berapa setiap bulannya.
Kesimpulan
Menghadapi pensiun, siap tidak siap harus kita hadapi. Kita memang tidak pernah berencana untuk gagal, akan tetapi kita biasanya gagal untuk merencanakan. Perencanaan Dana Pensiun sejak dini penting untuk segera dilakukan agar membantu kita untuk menghadapi dan menjalani masa pensiun dengan baik.
Semoga informasi ringkas di atas cukup bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi para pembaca sekalian.
Agus Suhendri , CFP
MRE Financial & Business Advisory
www.mre.co.id (wdi)
(
//ade)