Logo Bank BTN. Foto: Idris Rusadi Putra/okezone
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) per 16 November 2011. Penurunan SBDK BTN mengikuti turunnya suku bunga acuan (BI Rate) dari 6,5 persen menjadi enam persen pada awal November 2011.
"Perubahan SBDK BTN tersebut disebabkan SBDK pada periode sebelumnya menggunakan data based lending rate (BLR) BTN per Juni 2011, sedangkan perhitungan SBDK BTN kali ini menggunakan perhitungan BLR Oktober 2011," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam siaran persnya.
Iqbal memaparkan, jika dibandingkan dengan penerbitan SBDK sebelumnya,saat ini SBDK BTN mengalami penurunan sebesar 0,53 persen untuk segmen kredit korporasi dan ritel.
Sedangkan, kredit pemilikan rumah (KPR) turun 0,61 persen dan kredit non-KPR turun 0,60 persen. Menurut Iqbal, penurunan BI Rate memberi kesempatan kepada seluruh perbankan untuk menata kembali struktur funding.
Sehingga, dengan sendirinya biaya dana atau cost of fund BTN mengalami perbaikan sejak Juni sampai dengan Oktober 2011. Cost of fund SBDK BTN turun sebesar 0,09 persen, dari sebesar 6,52 persen di Juni 2011 menjadi 6,43 persen pada Oktober 2011.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama BBTN Evi Firmansyah mengatakan, pada semester II-2012 mendatang, BTN menargetkan bisa menyekuritisasi piutang KPR sebesar Rp1 triliun.
Saat ini BTN telah memiliki piutang kredit KPR sebesar Rp58 triliun, di mana piutang yang telah disekuritisasi sebesar Rp2 triliun. Langkah tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah maturity mismatch pembiayaan KPR.
"Sumber dana yang tersedia untuk membiayai KPR umumnya berjangka pendek. Ini menimbulkan maturity mismatch (kesenjangan jangka waktu),” jelas dia, seusai pencatatan perdana KIK EBA.
Dia menjelaskan, penggunaan dana jangka pendek untuk membiayai jangka panjang sangat berbahaya. Apalagi rata-rata kredit perumahan itu memiliki jangka waktu 11 tahun. Itulah sebabnya, BTN kembali menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Beragun Aset (KIK EBA) Ke-4 senilai Rp703 miliar. (rakhmat baihaqi/ Hermansah) (Koran SI/Koran SI/ade)