2012, Eropa Hanya Tumbuh 0,6%

Idris Rusadi Putra - Okezone
Senin, 21 November 2011 12:08 wib
Euro. Foto: Tradertech
Euro. Foto: Tradertech
JAKARTA - Krisis di Eropa karena persoalan utang diprediksi masih akan terus berlanjut dan tidak akan menemukan solusi cepat. Hal ini dikarenakan perumus kebijakan di Eropa dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelesaikan persoalan ini serta mencegah efek menular dari krisis ke wilayah lainnya.

HSBC Chief Economist untuk Asean dan India Leif Eskesen menjelaskan karena kekhawatiran ini pertumbuhan di Eropa diprediksi sangat lemah yaitu pada level 1,6 persen untuk estimasi 2011 dan 0,6 persen untuk estimasi 2012.

"Tantangan yang dihadapi adalah merumuskan suatu solusi yang cermat, komprehensif dan berkelanjutan, dan ini untuk menyelesaikan krisis utang negara di Eropa," jelas Eskesen dalam paparannya dalam acara Economic Outlook 2012, di Jakarta, Senin (21/11/2011).

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam penyelesaian krisis di Eropa, negara di Eropa telah melakukan pertemuan pada Oktober. Namun hal ini tidak dijabarkan detail dan rincian solusi yang hanya menimbulkan keraguan bahwa hal tersebut cukup untuk menyelesaikan persoalan utang sekarang.

Selain itu, hal yang membuat pertumbuhan Eropa rendah pada 2012 adalah aktivitas ekonomi Eropa mulai melemah dalam beberapa bulan ini, sejalan dengan tren global. "Krisis utang pemerintah yang berkepanjangan dapat berdampak kepada semakin melemahnya aktivitas ekonomi Eropa," jelasnya.

Lebih dalam dia mengatakan, krisis Eropa sekarang juga telah berdampak pada perlambatan aktivitas ekonomi dan risiko menularnya kondisi ini telah terjadi di negara negara periferi. Dan juga pelemahan kondisi ekonomi global telah mengubah kebijakan ECB (European Central Bank).

"Kebijakan pengetatan fiskal menahan laju pertumbuhan khususnya di negara-negara periferi," pungkasnya. (wdi)
TWITTER »
twit