Ilustrasi
JAKARTA - Masalah defisit di Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan berlangsung lama. Persoalan ini juga yang akan menahan upaya pemulihan pertumbuhan ekonomi.
HSBC Chief Economiest untuk Asean dan India Leif Eskesen menjelaskan, dengan lamanya pemulihan persoalan utang di Amerika akan menahan pertumbuhan ekonominya yaitu 1,8 persen di 2011 dan 1,8 persen di 2012.
Selain itu, dia juga mengatakan sektor perumahan masih akan terus mengalami penurunan harga, di mana ini sambungnya akan semakin menyulitkan proses pemulihan utang (debt deleveraging).
Bukan hanya itu, faktor yang menyebabkan tertahannya pertumbuhan amerika ini adalah adanya gangguan supply chain karena dampak bencana Jepang serta tingginya harga minyak yang juga berdampak terhadap melambatnya siklus ekonomi di AS.
"Dan juga dengan kondisi core inflation yang sudah menyentuh dasar toleransi, angka tersebut harusnya tetap dibawah target FED (bank sentral AS) di 2011, khususnya ketika saat ini pertumbuhan terus melemah," jelasnya di Jakarta, Senin (21/11/2011).
Terakhir, dia mengatakan proses negosiasi politik yang panjang dan berlarut larut untuk menaikkan pagu utang pemerintah AS serta diturunkannya peringkat S&P bagi obligasi pemerintah juga memicu pelemahan sentimen pasar yang memangkas angka petumbuhan. (wdi)