JAWA TIMUR - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo mengultimatum akan menyegel gudang Bulog Jatim jika tetap mendistribusikan beras impor yang ada di beberapa gudangnya di Jatim. Gubernur tersebut menginstruksikan agar Bulog Jatim membeli gabah petani lokal yang produksinya melebihi kebutuhan warga Jawa Timur.
"Produksi beras petani di Jawa Timur jauh melebihi kebutuhan beras warganya, hingga Desember tahun ini setok beras di Jatim lebih dari 360 ribu ton. Padahal kebutuhan Bulog hanya 96 ribu ton. Artinya Bulog tidak perlu mengeluarkan beras impor yang ada di gudangnya,” ketus Soekarwo, Senin (21/11/2011).
Alasannya, jika Bulog mengeluarkan beras impor meskipun hanya untuk beras miskin (raskin) akan merusak harga beras di pasaran dan merugikan petani lokal.
Soekarwo menambahkan munculnya beras impor di Jatim adalah ulah mafia importir beras yang sengaja mencari keuntungan dan melibatkan banyak pihak. Untuk itu, pihaknya menegaskan agar Bulog ke depan tetap membeli beras produksi petani lokal.
"Pasalnya, Jawa Timur kelebihan produksi lebih dari empat juta ton dan tidak pernah di beli Bulog," tukas dia.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.