Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Sebuah survei yang dilakukan PT AIA Financial menyebutkan masyarakat Indonesia memiliki selisih antara kepemilikan dana dan rata-rata total dana yang dibutuhkan dalam kehidupannya sebesar 77 persen.
"Artinya, jumlah ini tidak besar dan cukup dalam memenuhi kebutuhan proteksi yang optimal," demikian diungkapkan Presiden Direktur AIA Financial Peter J Crewe dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Dalam survei yang dilakukan antara Juli-September kemarin, AIA menyebut sebagian mayoritas penduduk Indonesia tidak memiliki asuransi yang memadai. Responden yang dipilih dalam survei ini, berjumlah 1.208 responden di 10 kota.
"Selisih antara kebutuhan proteksi dan dana yang dimiliki untuk menutup proteksi tersebut sebesar Rp105,7 juta per keluarga," lanjutnya.
Berdasarkan survey, AIA financial berinisiatif untuk membangun pemahaman masyarakat terhadap kesenjangan profesi. Survey ini, lanjut Peter, juga bertujuan memberikan ilustrasi kebutuhan proteksi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi risiko kehidupan yang akan datang, rawat inap, dan kecelakaan yang mengakibatkan cacat serta perawatan atas penyakit kritis dan kematian.
"Karena survei ini juga menyebut 60 persen responden sama sekali tidak memiliki asuransi ataupun cadangan untuk melindungi diri sendiri, maupun keluarga dalam mengantisipasi resiko kesehatan yang berdampak pada keuangan dan kondisi keluarga," pungkasnya. (mrt) (rhs)