Laba Bersih Bank Bukopin Tumbuh 37%

Widi Agustian - Okezone
Selasa, 22 November 2011 15:22 wib
Logo Bank Bukopin
Logo Bank Bukopin
JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 37 persen menjadi Rp460,3 miliar pada kuartal III-2011 (audited), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp336 miliar.

Di mana solidnya kinerja pada kuartal tersebut ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh 22 persen year on year (yoy) ke Rp3,412 triliun, sementara periode yang sama 2010 sebesar Rp2,798 triliun.

Di sisi lain, pendapatan operasional non bunga naik 32 persen yoy ke Rp435 miliar. Kenaikan pada pendapatan operasional non bunga, didorong oleh pendapatan imbalan, transaksi treasury dan pendapatan lainnya. Pendapatan operasional mendorong laba sebelum pajak naik signifikan 36 persen yoy ke Rp621 miliar, dan laba bersih perseroan naik 37 persen yoy ke Rp460 miliar.

"Selain ditopang oleh solidnya kinerja dari sisi pendapatan, pertumbuhan ini juga ditopang oleh segi efisiensi," kata Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (22/11/2011).

Cost to Income Ratio (CIR) berhasil ditekan dari level 65,97 persen pada kuartal III-2010, menjadi 60,63 persen pada kuartal III-2011. "Penurunan tersebut menunjukkan tingkat efisiensi Bank Bukopin terus membaik," imbuhnya.

Pada Kuartal III-2011, total kredit BBKP naik secara yoy ke Rp35,9 triliun atau 31,5 persen yoy dari posisi Rp27,3 triliun pada September 2010. Perseroan mengaku tetap akan fokus pada penyaluran kredit yang menghasilkan yield lebih tinggi seperti kredit mikro dan UKM.

Kenaikan kredit yang signifikan mendorong kenaikan Loan to Deposit Ratio (LDR) cukup signifikan dari level 72,8 persen pada kuartal III-2010 ke level 82,6 persen pada kuartal III-2011. “Ke depan, kami masih fokus pada pemberdayaan UKM dan koperasi," imbuhnya.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 18 persen yoy menjadi sebesar Rp43,5 triliun. Kenaikan DPK tersebut didorong oleh kenaikan tabungan sebesar 29 persen yoy ke angka Rp9,3 triliun dan deposito yang naik 30 persen yoy ke Rp27,0 triliun.

Dari sisi permodalan, Capital Adequacy Ratio (CAR) meningkat dari 12,18 persen pada kuartal III-2010 menjadi 13,54 persen pada kuartal III 2011. Kemudian, rasio non-performing loan (NPL) membaik dalam periode year-on-year dari level 3,5 persen pada kuartal III-2010 ke level 3,4 persen pada kuartal III-2011. Rasio Return on Asset meningkat dari 1,5 persen pada kuartal III-2010 menjadi 1,7 persen pada kuartal III-2011. (wdi)
TWITTER »
twit