Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi penerimaan cukai sampai dengan 15 November telah mencapai 95,2 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2011 atau senilai Rp64,8 triliun.
Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menjelaskan, tingginya realisasi tersebut didukung oleh beberapa faktor, di antaranya adalah naiknya tarif cukai hasil tembakau dari Januari 2011 lalu.
"Sampai akhir November kita optimistis akan mencapai target APBN, karena kita juga didorong kenaikan cukai tembakau dari Januari 2011 lalu," jelas Agung dalam rapat dengar pendapat bersama DPR Komisi XI di Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2011).
Agung menambahkan, tingginya realisasi penerimaan ini juga disokong oleh pengawasan internal Bea Cukai yang ketat dalam peredaran rokok di pasaran. "(Itu karena) ekstra efort internal Bea dan Cukai dalam pengawasan peredaran rokok. Tekad kami untuk maksimum efort, untuk ke depannya," tambahnya.
Sedangkan untuk total penerimaan Bea dan cukai sampai dengan 15 November ini sudah mencapai Rp112,03 triliun, dari target yang ditetapkan pada APBN-P 2011 sebesar Rp115.01 triliun "Sampai dengan akhir bulan kita harapkan mencapai 100 persen," pungkasnya. (mrt) (rhs)