BALI - Konservasi terumbu karang selain memperkaya biota laut, juga dapat memperkaya penduduk, khususnya nelayan sekitar.
Buktinya, kelompok nelayan Segara Gunung, Buleleng, Bali, mengakui, pendapatan penduduk bertambah seiring adanya program konservasi terumbu karang yang mulai dilakukan sejak 2004 silam.
"Pendapatan dahulu dari menangkap ikan Rp3 juta per bulan. Sekarang sejak ada konservasi terumbu karang, karena jadi pemandu wisata, bertambah Rp1,5 juta," ungkap Ketua Kelompok Nelayan Segara Gunung Putu Suwardika Oka, saat ditemui dalam acar konservasi terumbu karang di Pantai Pesisir Pemaran, Buleleng, Bali, Kamis (24/11/2011).
Dia mengisahkan, konservasi terumbu karang tersebut, dilakukan setelah sejak 1965 terjadi penggunaan bom ikan dan potasium oleh para nelayan untuk menangkap ikan. "Dari situlah terjadi kerusakan terumbu karang. Namun, sejak 1972 ada larangan untuk penggunaan bom. Tapi hanya sebatas larangan saja," tuturnya.
Menurutnya, pada 2004, PT Indonesia Power mulai melakukan program Corporate Responsibility Study (CSR) dengan program konservasi terumbu karang. Dari situlah pembudidayaan terumbu karang mulai semakin berkembang hingga saat ini.
Informasi saja, PT Indonesia Power, tahun ini memang menyiapkan sebesar Rp21 miliar untuk program CSR. Jumlah tersebut digunakan untuk program CSR di sembilan lokasi unit bisnis yang tersebar di Pulau Jawa dan Bali. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.