Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamen ESDM: Tak Mau Padam, Tarif Listrik Harus Naik!

Saugi Riyandi , Jurnalis-Jum'at, 25 November 2011 |10:28 WIB
  Wamen ESDM: Tak Mau Padam, Tarif Listrik Harus Naik!
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Guna memperbaiki kualitas listrik di Indonesia, maka pemerintah harus menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 10 persen di 2012.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengatakan, kenaikan tersebut diperlukan guna menurunkan intensitas pemadaman listrik.

"Logikanya kalau mau kualitas lebih baik, ya harganya naik. Kalau nggak mau, lebih baik ya enggak usah naik," ujar Widjajono kala ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (24/11/2011) malam.

Dia menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk memberikan jaminan agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan energi lebih murah dan biaya pokok pembangkitan (BPP) terus turun. "PLN akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan gas dan batu bara agar BPP terus turun," katanya.

Dirinya mencontohkan, di daerah Sumatera Selatan BPP hanya Rp700 karena pembangkitnya banyak menggunakan gas dan batu bara. Sedangkan di Sumatera Utara, mencapai Rp3 ribu karena menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM). "Niat pemerintah adalah berusaha agar PLN tidak menggunakan BBM. Dengan tidak menggunakan BBM, biaya listriknya lebih murah dan servisnya lebih baik," jelasnya.

Selain itu, dia mengusulkan agar harga batu bara domestik disamakan dengan harga ekspor. Pasalnya, selama ini produsen batu bara di Indonesia tidak mau menjual ke pasar domestik karena harganya sangat rendah. "Kalau harga sudah sama dan produsen masih ekspor, tandanya tidak punya nasionalisme," ungkapnya.

Dengan harga batu bara yang disamakan, BPP listrik menggunakan batu bara masih lebih rendah dibandingkan BPP listrik menggunakan BBM. "Pakai batu bara impor pun lebih murah dibandingkan BBM," tambahnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement