Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenaikan Cukai Rokok Diklaim Berantas Kemiskinan

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Minggu, 27 November 2011 |12:12 WIB
Kenaikan Cukai Rokok Diklaim Berantas Kemiskinan
Foto: BBC
A
A
A

BANDUNG - Kenaikan cukai rokok sekira 15-16 persen diperkirakan akan ikut andil dalam memberantas angka kemiskinan di Indonesia.

Direktur Statistik Ketahanan Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Hamonangan Ritonga menjelaskan, hal tersebut dikarenakan harga rokok akan semakin mahal dan pola konsumsi rokok masyarakat miskin akan semakin berkurang karena kenaikan tersebut.

"Iya pasti ada, artinya kalau orang miskin bayar rokok lebih mahal dia akan mengurangi dari 10 batang jadi sembilan batang," ujar Hamonangan di Bandung, Sabtu (26/11/2011).

Walaupun demikian, dia mengaku belum menghitung secara detail berapa persen kebijakan tersebut akan mampu mengurangi angka kemiskinan. "Logikanya iya, tapi belum dihitung," tambahnya. 

Lebih lanjut dia mengatakan, konsumsi rokok saat ini kebanyakan dari masyarakat miskin. Padahal, sambungnya, rokok tidak menghasilkan kalori yang dibutuhkan masyarakat miskin untuk berkerja keras mendapatkan penghasilannya.

"Merokok itu tidak menghasilkan kalori, sehingga tidak menambah tenaga orang miskin untuk melakukan pekerjaan. Jadi orang miskin kalau tidak merokok pasti berkurang, angka kemiskinan," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement