Ekonomi Global Makin Memprihatinkan

Senin, 28 November 2011 14:02 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Kondisi ekonomi dunia, khususnya yang dipicu oleh ketidakpastian pemulihan ekonomi di Eropa, semakin memprihatinkan. Sendi-sendi dalam perekonomian nasional harus siap mengantisipasi kemungkinan paling buruk.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengungkapkan, kondisi ekonomi dunia menjadi fokus perhatian pemerintah. Alasannya, kondisi ekonomi semakin memburuk.

"Jadi betul-betul Indonesia antisipastif lah mengenai perkembangan perekonomian di Eropa dan di global. Kita lihat sendiri ini kan sangat cepat dan mengkhawatirkan," ungkap Mahendra di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/11/2011).

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional saat ini relatif lebih baik sehingga posisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan negara lain. Di sisi lain, tingkat ekonomi global baik di pasar global ataupun pasar modal, keuangan ataupun obligasi, banyak yang harus diantisipasi. Termasuk antisipasi jika potensi krisis dan perlambatan menghampiri dan mengganggu kinerja sektor riil dalam negeri.

"Dari segi ketahanan, perekonomian kita (harus ditambah) ketahanan di pasar keuangan, pasar modal, pasar obligasi, maupun di sektor riil. Ini sektor rilnya yang lebih antisipatif lagi. Untuk kesiapan menghadapi perkembangan yang kurang menggembirakan lagi," tegasnya.

Untuk tahun ini, pemerintah berjanji untuk menjaga momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia. Tahun ini, pemerintah bertekad mencapai pertumbuhan ekonomi 6,5 persen.

"Jangan sampai terlalu goyang betul dengan adanya perkembangan di Eropa yang begitu cepat. Yang pasti akan berimplikasi pada global, ini harus dijaga betul di sektor keuangan, aspek likuiditasnya dan sektor ril. Kemenkeu mendukung terkait fiskalnya," pungkasnya. (mrt) (Wisnoe Moerti/Koran SI/rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit