Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Menghadapi krisis global tahun depan, Citi Indonesia akan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kreditnya, khususnya dalam valas. Karenanya pihaknya tidak khawatir jika pertumbuhan kreditnya tahun depan akan mengalami penurunan.
"Menghadapi pengetatan likuditas tahun depan, kita belum terlalu merasakan sekarang, tetapi untuk tahun depan, kita akan terus melakukan prinsip hati-hati dan waspada terhadap penyaluran kredit khususnya valas," Citi Country Officer Citi Indonesia, Tigor M Siahaan usai mengadakan jumpa pers mengenai Financial Inklusi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2011).
Tigor menyatakan bahwa di tahun depan, pihaknya tidak ingin menggenjot kreditnya tetapi tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.
"Tahun ini kita menargetkan pertumbuhan kredit per tahun sekira 20 persen. Kita tidak akan terlalu genjot di tahun depan, jadi kalau bisa 15-20 persen di tahun depan ini sudah cukup," lanjutnya.
Tigor juga optimistis, saat ini, Citi Indonesia memiliki likuiditas dengan cukup baik, dengan LDR di atas 70 persen, rasio tingkat kredit macet net di bawah satu persen.
Sebagai informasi, kinerja keuangan Citi Indonesia di September ini, jika dibandingkan dengan Januari lalu adalah, penyaluran kredit naik dari kredit Rp26,58 triliun (akhir tahun) menjadi Rp28,13 triliun di September ini. Sedangkan asetnya naik dari Rp54,96 triliun menjadi Rp61,77 triliun. (ade)