Ilustrasi
BEIJING - Sektor manufaktur di China jatuh pada November ini dikarenakan melemahnya permintaan di dalam negeri maupun dari luar negeri. Karena itu, bank sentral China bergerak memangkas giro wajib minimum (GWM) untuk menopang ekonominya.
HSBC menuturkan pihaknya khawatir ekonomi global akan bertambah terpuruk karena krisis utang dari zona Eropa. Dia mengestimasikan China juga akan mengendurkan kebijakannya.
China Federation on Logistics and Purchasing (CFLP) menuturkan purchasing manufactur index (PMI) turun jadi 49 pada November dari Oktober yang 50,4. Hal ini terjadi akibat manufaktur besar mengalami penurunan produksi pada November lalu.
"Itu mengindikasikan pertumbuhan ekonomi akan berlanjut moderat ke depannya,“ ucap peneliti Development Research Center of State Council Zhang Liqun dalam pernyataan CFLP, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/12/2011).
Sisi positif dari survei ini adalah tekanan inflasi di China berkurang jauh menciptakan ruang lebih untuk Bank Sentral untuk mengambil keputusan lebih santai demi dukungan pertumbuhan. “Kita dapat melihat bank sentral sebenarnya meningkatkan pengendoran kebijakan. Walaupun terlalu dini, tapi telah terjadi pengenduran secara menyeluruh," ungkap dia. (wdi)