Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Rasio Utang Bertambah

Bakrie Telecom Terdepak dari Daftar Efek Syariah

Yuni Astutik , Jurnalis-Jum'at, 02 Desember 2011 |12:50 WIB
Bakrie Telecom Terdepak dari Daftar Efek Syariah
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Bakrie Telecom (BTEL) Tbk merupakan salah satu dari 10 emiten yang keluar dari Daftar Efek Syariah (DES) periode II-2011.

"Yang keluar dari DES karena rasio utang terhadap ekuitas bertambah, karena menerbitkan obligasi atau memperoleh pinjaman dari bank," ungkap Kepala Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan Bapepam-LK Etty Retno Wulandari, saat konferensi pers Penerbitan DES Periode II-2011, di kantornya, Jumat (2/12/2011).

Dari kesepeluh emiten tersebut, BTEL merupakan satu-satunya emiten besar di antara emiten lainnya. "Bakrie Telecom memang selalu on-off (keluar-masuk), karena utangnya naik turun," imbuhnya.

Adapun sepuluh emiten yang tercatat keluar dari DES periode II-2011 adalah PT Alfa Retailindo Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Colorpak Indonesia Tbk, PT Duta Graha Indah Tbk, PT FKS Multi Agro Tbk, PT Inter-Delta Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Multistrada Arahsarana Tbk, PT Skybee Tbk, dan PT Toba Pulp Lestari Tbk.

Selain emiten yang keluar, pada periode II-2011 tercatat jumlah emiten masuk sebanyak 24 emiten yakni PT Garuda Indonesia Tbk, PT First Media Tbk, PT Mahaka Media Tbk, PT Lippo Cikarang Tbk, serta PT Perusahaan Gas Negara.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement