Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Proyek KTT APEC Dipercepat

Koran SI , Jurnalis-Sabtu, 03 Desember 2011 |09:32 WIB
Tiga Proyek KTT APEC Dipercepat
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu
A
A
A

DENPASAR - Pemerintah mempercepat pengerjaan sejumlah proyek yang akan mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 2013 di Bali. Proyek tersebut di antaranya perluasan Bandara Ngurah Rai,Jalan Tol Bali Selatan, dan Gedung Konvensi Bali International Park (BIP).

"Sejumlah proyek itu akan terus kita pantau. Itu merupakan prioritas dalam rangka penyelenggaraan KTT APEC 2013," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di sela meninjau BIP di Jimbaran.

Untuk proyek BIP,Mari meminta izin pembangunannya segera dikeluarkan. “Saya akan cek dan tanyakan kapan izin akan dikeluarkan Bupati Badung,” ujar pengganti Jero Wacik ini.

Proyek BIP ini telah dituangkan dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pembangunan BIP sebagai lokasi pelaksanaan APEC Summit 2013 di Jimbaran,Badung. Di lokasi tersebut akan dibangun berbagai fasilitas di atas tanah seluas 250 hektare, terutama Convention Center berkapasitas 10.000 seat dan 23 rumah tinggal kepala negara. Kedua bangunan itu diperkirakan menelan dana USD280 juta atau Rp2,7 triliun.Sedangkan fasilitas penunjang lain berupa hotel berkapasitas 200 kamar, international hospital, art market, gallery, dan taman perdamaian.

Sementara perluasan Bandara Ngurah Rai saat ini sudah memasuki tahap perluasan terminal domestik dan internasional menjadi 129.000 m2, apron,kargo internasional,dan jalan akses di sekitar bandara. Seluruh pembangunan itu menelan dana Rp1,94 triliun. Dana paling besar dibutuhkan untuk memperluas terminal hingga lebih dari Rp1 triliun. Adapun proyek Jalan Tol Bali Selatan sudah siap dimulai konstruksinya pada 21 Desember.“Kita sudah koordinasi dengan konsorsium BUMN yang mengerjakannya dan saya minta semuanya bisa selesai sebelum APEC,” katanya.

Konsorsium BUMN itu terdiri atas PT Jasa Marga Tbk (JSMR),Pelindo III, Angkasa Pura I dan Bali Tourism Development Corporation dan didukung Pemkab Badung. Biaya yang dianggarkan untuk proyek jalan sepanjang 11,5 kilometer itu mencapai Rp2 triliun. Di bagian lain,Mari mengaku pemerintah akan membangun Pelabuhan Marina di Pelabuhan Benoa, Denpasar dengan nilai proyek Rp4 triliun. Pembangunan pelabuhan ini dilakukan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui kapal pesiar.

“Pertumbuhan wisatawan cruise dari tahun ke tahun luar biasa. Peluang itu harus bisa kita tangkap,” ungkapnya.

General Manager Pelindo III Benoa Iwan Sabatini mengatakan, motivasi pembangunan Pelabuhan Marina itu berawal dari banyaknya permintaan wisatawan yang berharap suatu saat Bali memiliki dermaga untuk cruise dan yatch.

“Pelabuhan Marina itu akan dibangun di areal seluas 375 x 750 meter. Lokasinya di area kosong sehingga tidak merusak mangrove,” katanya. Pihaknya mencatat, hingga November 2011 sudah ada 31 dari 35 permintaan kunjungan cruise. (miftachul chusna)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement