Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2012, Pemerintah Lebih Pilih Naikkan TDL dari BBM

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Selasa, 06 Desember 2011 |10:07 WIB
2012, Pemerintah Lebih Pilih Naikkan TDL dari BBM
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengatakan lebih memprioritaskan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) daripada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2012 mendatang.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditanya mengenai kenaikan harga BBM, hanya menegaskan bila kenaikan TDL rencananya akan dilakukan pada 1 April 2012.

"Yang saya betul-betul prioritaskan pemerintah untuk datang ke komisi VII DPR menyampaikan yang harus ditindaklanjuti kenaikan TDL pada 1 April 2012," ungkap Agus ketika ditemui di acara Sosialisasi UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (6/12/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, guna memperbaiki kualitas listrik di Indonesia, maka pemerintah harus menaikkan TDL sebesar 10 persen di 2012.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo pernah mengatakan bila kenaikan tersebut diperlukan guna menurunkan intensitas pemadaman listrik.

"Logikanya kalau mau kualitas lebih baik, ya harganya naik. Kalau enggak mau, lebih baik ya enggak usah naik," ujar Widjajono beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan, pihaknya akan bekerja keras untuk memberikan jaminan agar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mendapatkan energi lebih murah dan biaya pokok pembangkitan (BPP) terus turun. "PLN akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan gas dan batu bara agar BPP terus turun," katanya.

Dirinya mencontohkan, di daerah Sumatera Selatan BPP hanya Rp700, karena pembangkitnya banyak menggunakan gas dan batu bara. Sedangkan di Sumatera Utara, mencapai Rp3 ribu karena menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Niat pemerintah adalah berusaha agar PLN tidak menggunakan BBM. Dengan tidak menggunakan BBM, biaya listriknya lebih murah dan servisnya lebih baik," jelasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement