JAKARTA - Pemerintah menyusun matrik peningkatan daya saing guna mendorong pertumbuhan industri nasional pada tahun depan hingga mencapai 7,1 persen. Angka pertumbuhan itu mengalami kenaikan dibandingkan target tahun ini yang diperkirakan akan mencapai 6,5 persen.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri bertumbuh 5,09 persen di triwulan I-2011, triwulan II 6,67 persen, triwulan III 6,98 persen, dan triwulan IV sekira 6,6-6,7 persen.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyampaikan mengenai matrik tersebut kepada Presiden SBY.
“Di sela-sela pertemuan di Honolulu kemarin, saya sudah menyampaikan ke Presiden. Bahwa saya akan menyusun matrik untuk meningkatkan daya saing. Berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait,” kata Hidayat di Jakarta, Selasa (6/11/2011).
Menurutnya, dalam matrik tersebut akan memuat berbagai langkah yang harus dilakukan untuk meningkatkan daya saing industri nasional. Termasuk, lanjut dia, pengawasan serta penguatan pasar domestik. Hidayat menuturkan, pihaknya akan bekerja sama dengan sejumlah pihak terkait dalam penyusunan matrik itu seperti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
“Upaya peningkatan pengawasan di pelabuhan kecil yang sering jadi pintu masuk impor ilegal. Pengawasan diintensifkan. Selain itu, juga mengintensifkan safeguard. Ini adalah tugas pemerintah. Juga melalui antidumping. Jangan sampai kita lengah, memperkuat ekspor tapi di dalam negeri dinikmati oleh impor,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan bertemu dengan Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Setiadi dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo untuk membahas upaya industrialisasi komoditas tertentu, seperti garam dan perikanan.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.