Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menjaga pertumbuhan kredit valasnya tahun depan. Sehingga porsi kredit valasnya tidak akan lebih dari 20 persen.
"Kita akan jaga growth-nya sehingga di tahun depan paling hanya sekira 80-20, 80 persen dalam rupiah dan 20 persen valas," demikian diungkapkan Direktur Retail Bank Permata Lauren Sulistiawati, di kantornya, Jakarta, Rabu (7/12/2011).
Lauren melanjutkan bahwa kreditnya dalam mata uang rupiah, akan disalurkan ke berbagai sektor pembiayaan seperti konsumer, mikro maupun korporasi. Bank milik Astra ini juga menyetujui bahwa pemberian kredit dalam mata uang valas hanya akan diberikan bagi eksportir yang kan mendapatkan penerimaan dalam bentuk valuta asing.
"Meskipun adanya PBI (Peraturan Bank Indonesia) yang menyatakan bahwa cadangan devisa harus disimpan di perbankan dalam negeri ini adalah kesempatan besar bagi perbankan lokal," lanjutnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan ini Bank Permata juga membeberkan kinerja keuangan kuartal tiganya. BNLI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 39 persen di kuartal ketiga ini sebesar Rp64,6 triliun dibandingkan periode ketiga tahun lalu sebesar Rp46,4 triliun.
Total aset secara konsolidasi per 30 September 2011 mencapai Rp92,6 triliun atau naik 38 persen dibandingkan September tahun lalu sebesar Rp66,9 triliun.
Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross Bank Permata turun menjadi 2,3 persen dibandingkan periode September lalu sebesar 3,2 persen. NPL di angka 0,7 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 14,8 persen. (ade)