Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkeu Ngeles Soal Rendahnya Penyerapan Anggaran

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Sabtu, 10 Desember 2011 |12:59 WIB
Menkeu <i>Ngeles</i> Soal Rendahnya Penyerapan Anggaran
Menkeu Agus Martowardojo. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyangkal lamban dalam menyerap anggaran. Menurut bendahara negara ini selama lima tahun terakhir, rata-rata realisasi penyerapan anggaran telah mencapai 90 persen. Jika penyerapan anggaran belum maksimal, menurutnya hal ini terganjal masalah klasik seperti pembebasan lahan.
 
"Pemerintah selama lima tahun terakhir, rata-rata realisasi anggarannya ada di kisaran 90 persen. Itu merupakan satu tantangan pemerintah untuk meningkatkan penyerapan. Nah, penyerapan yang meski ditingkatkan termasuk agar penyerapan itu bisa sepanjang tahun. Pencairannya sendiri tentu itu juga dibuat selama semester pertama tahun berjalan yang berdampak kepada ekonomi yang baik," ujar Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo ketika ditemui di Gedung BI, usai hadir di acara Bankers Dinners, Jumat (9/12/2011) malam.

Jika pemerintah belum optimal dalam menyerap anggaran, menurut Agus,hal ini dikarenakan terganjal Undang-Undang Pembebasan Lahan yang sesuai dengan target pemerintah akan dapat terrealisasi tahun ini.

"Karena banyak yang kita lihat, proyek-proyek itu banyak yang tidak bisa terealisir dan juga infrastruktur yang selama ini kita harapkan lebih cepat terwujud itu tertahan masalah lahan," lanjut Mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Terkait dengan masalah pengembangan infrastruktur ini, Agus menyatkan sudah melakukan diskusi antara dirinya dengan Bank Sentral mengenai bagaimana agar keberadaan infrastruktur berkorelasi dengan tingkat inflasi.

"Kebutuhan infrastruktur bagaimana dampaknya kepada pertumbuhan ekonomi. Bagaimana kita bisa lebih mengendalikan inflasi dengan infrastruktur lebih baik. Namun pembicaraan infrastruktur lebih dikordinasi pemerintah, karena kita ada komite untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan juga ada komite yang terkait MP3EI," tambah dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam paparannya di Bankers Dinners menyindir pemerintah yang rendah dalam menyerap anggaran sehingga berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi dan inflasi.

"Investasi ekspor meningkat namun saya perlu memberi catatan di mana masih minimnya dan belum optimalnya realisasi dari berbagai area termasuk pengeluaran fiskal yang memberikan dampak multiplier fiskal ke PDB kurang optimal," ungkap Darmin semalam. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement