Tergerus Krisis Eropa

2012, Pertumbuhan Industri Tak Akan Capai 7%

Idris Rusadi Putra - Okezone
Selasa, 13 Desember 2011 10:49 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Pertumbuhan industri Indonesia memang akan meningkat, namun jika krisis di Eropa belum menemukan solusi, maka dipastikan akan menganggu pertumbuhan industri nasional pada 2012.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, jika krisis Eropa tidak bergejolak tahun depan, sektor industri nasional akan tumbuh mencapai 7,1 persen.

"Kalau krisis Eropa tidak bergejolak, pertumbuhan Industri bisa mencapai 7,1 persen, karena industri manufaktur kita, baja, makanan, minuman, automotif itu akan meningkat jauh lebih cepat," ujar Hidayat ketika ditemui di Gedung Kemenko, Jakarta, Selasa (13/12/2011).

Oleh karena itu, sambungnya, yang paling penting ke depannya adalah menjaga kondisi bagaimana pemerintah bisa menanggulangi masalah dampak dari terjadinya krisis di Eropa. 

Menurutnya, jika krisis di Eropa bergejolak dan mempengaruhi kondisi di Indonesia, maka perekonomian akan ikut melambat dan pertumbuhan Industri bisa mencapai dikisaran 6,5-6,6 persen. "Kalau krisis Eropa bergejolak, pertumbuhan industri bisa mencapai 6,5-6,6 persen," imbuhnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dampak pasar ke Eropa dan Amerika Serikat (AS) hampir 30 persen dari Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB). "Kira-kira 26 persen total ekspor kita ke AS dan Eropa. Sangat tergantung dampak yang ditanggulangi," tutupnya. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit