>

Teller Tidak Boleh Outsourcing, Biaya Angkat Karyawan Bank Kecil

|

Gina Nur Maftuhah - Okezone

Ilustrasi

Teller Tidak Boleh Outsourcing, Biaya Angkat Karyawan Bank Kecil
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menghitung bahwa jika bank akan mengangkat semua karyawan outsourcing-nya menjadi karyawan tetap, hal ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap biaya operasional bank.

"Kita telah melakukan tes terhadap Peraturan Bank Indonesia (PBI) ini dan ternyata tidak terlalu berpengaruh kepada biaya operasional perbankan. Dampaknya kecil sekali, paling hanya sekira 0,1-0,3 persen dari biaya operasional. Jadi tidak ada alasan ini akan menambah cost," ujar Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis di Gedung BI, Jakarta, Selasa (13/12/2011).

Per 9 Desember ini, BI memang membuat surat edaran eksternal mengenai aturan penggunaan jasa pihak ketiga di bank (outsourcing) yang merupakan penurunan dari PBI nomor 13 tahun 2011 tentang Prinsip Kehati-hatian Bank dalam penggunaan Pihak Ketiga.

"Kita ingin bank concern terhadap aktivitas pokok terutama mendorong intermediasi, jadi pekerjaan penunjang tersebut adalah pekerjaan yang berisiko rendah, tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi yang tinggi di perbankan dan tidak terkait langsung dengan proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi operasional bank," lanjutnya.

BI juga mengatur bahwa bank yang memenuhi perjanjian alih daya dengan perusahaan pihak ketiga harus memenuhi persyaratan seperti diketahui seperti berbadan hukum Indonesia dan memiliki izin usaha yang masih berlaku dari instansi berwenang.

"Memiliki kinerja keuangan dan reputasi yang baik, memiliki kinerja keuangan dan reputasi yang baik, memiliki SDM yang mendukung serta memiliki sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam alihdaya," tambah Irwan.

Sebagai informasi dalam surat edaran ini, BI mengatur beberapa pekerjaan di bank yang tidak boleh dialihdayakan adalah account officer (AO), customer service, teller, dan analisis kredit. Sedangkan kegiatan yang bisa dialihdayakan adalah kegiatan penunjang bank seperti call center, telemarketing, jasa penagihan dan sales representatif.

"Meskipun masih boleh menggunakan jasa penagih, tetapi aturan penagihan seperti tertuang di revisi PBI mengenai APMK akan diperketat," tandasnya. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wijaya Karya Raih Kontrak Rp11,97 Triliun