Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadin : Ini Alasan BlackBerry Tak Diproduksi di RI

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Rabu, 14 Desember 2011 |11:54 WIB
Kadin : Ini Alasan BlackBerry Tak Diproduksi di RI
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Investasi sektor information technology (IT) di Indonesia masih tergolong minim. Hal ini dapat dilihat dari terus meningkatnya impor barang elektronik termasuk BlackBerry dari Malaysia ke Indonesia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulistyo menjelaskan, hal terjadi karena adanya hal birokratis yang harus dibenahi di Indonesia. Sehingga produsen BlackBerry lebih memilih Malaysia sebagai lahan investasinya.

"Mungkin ada hal birokratis yang harus diperbaiki. Pasti ada alasan tertentu mereka lebih memilih Malaysia," ungkap Bambang ketika ditemui di Gedung Kemenperin, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Bukan hanya itu, dia juga mengatakan, hal lain yang membuat produsen IT memilih Malaysia adalah bobroknya infrastruktur Indonesia untuk menampung investor sektor telekomunikasi tersebut. Terlebih lagi infrastruktur bidang IT. "Jangan salah loh, kesiapan Malaysia mengenai infratruktur jauh lebih siap dari kita. Makanya kita harus meningkatkan infrastruktur kita di bidang IT," pungkasnya.

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor nonmigas Malaysia ke Indonesia mengalami lonjakan yang cukup tajam. Hal ini dikarenakan Malaysia mengimpor alat komputer yang cukup besar ke Indonesia.

"Saya melihat impor Malaysia naik cukup signifikan Oktober ini meningkat. Setelah saya lihat ternyata, karena ada operator komputer yang impor digital automatic data," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal.

Data BPS menunjukkan, impor dari Malasyia dari USD393,5 juta di September menjadi USD578,4 juta di Oktober. Meski Djamal enggan menuturkan perusahaan yang dimaksud, menurutnya kenaikan impor barang dari Malasyia ini merupakan barang yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri. "Ya pastinya, karena barang-barang ini tidak bisa diproduksi di sini (Indonesia)," ujarnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement