Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tinggalkan BBM, Pemerintah Lirik Energi Gas

Rohmat , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2011 |15:24 WIB
 Tinggalkan BBM, Pemerintah Lirik Energi Gas
Ilustrasi.
A
A
A

DENPASAR - Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai makin membebani masyarakat, sudah saatnya ditinggalkan. Sehingga, kini fokus pemerintah beralih ke pencarian energi alternatif seperti gas dan panas bumi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengakui, mahalnya energi BBM saat ini tak dilepaskan dari situasi dunia yang juga mengalami kesulitan energi. 

"Indonesia menjadi bagian dari dunia, kita juga mengalami hal itu. Energi yang paling mahal adalah BBM. Kita harus good by pada BBM tetapi kan tidak bisa langsung cepat, butuh waktu," katanya usai tatap muka dengan rombbongan Panja Sektor Hulu Listrik Komisi VII DPR RI dan Gubenur Bali I Made Mangku Pastika di Denpasar, Kamis (15/12/2011).

Pasalnya, hampir semua peralatan pendukung operasional mobilitas masyarakat mulai sepeda motor, mobil hingga kelistrikan masih menggunakan BBM. Oleh karena itu, BBM dirasa mahal lantas kemana beralih. Menurutnya, saat ini perlu melirik ke energi alternatif yakni gas dan panas bumi atau energi surya.

"Kita harus perbanyak gas sekarang. Kita punya potensi energi gas banyak sekali," tegas mantan Menteri Kebudayaan dan Periwisata ini.

Selain itu, Indonesia juga menyimpan potensi energi panas bumi luar biasa atau geothermal. "Kita punya banyak panas bumi. Tuhan memberikan banyak geothermal kita harus ambil itu," imbuhnya.

Potensi energi besar itu, bahkan disebut-sebut Indonesia memiliki 40 persen geothermal dari yang ada di dunia. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement