Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soal Timah, Bargaining Position RI Harus Kuat

Saugi Riyandi , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2011 |17:26 WIB
Soal Timah, <i>Bargaining Position</i> RI Harus Kuat
ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan Indonesia sebagai pemasok timah terbesar di dunia harus mempunyai porsi tawar yang kuat dalam penentuan harga timah dunia.

Hal ini disampaikan Kepala Bappebti Sayhrul Sempurnajaya yang ditemui dalam acara peresmian pasar timah Indonesia di The Capital Building, Jakarta, Kamis (15/12/2011).

"Selama ini harga timah ditentukan oleh London Metal Exchange (LME) sehingga harga ditentukan oleh trader, harus miliki porsi tawar yang kuat dalam penentuan harga timah di dunia," ujar Syahrul.

Dirinya mengatakan harga INATIN ini kemungkinan akan menjadi harga acuan timah yang ada di Indonesia.

"Seharusnya Indonesia sudah bisa bersaing secara harga dengan harga timah lainnya," tegasnya.

Syahrul berharap adanya dukungan dari para stakeholder untuk penentuan
harga acuan ini.

"Kita minta dukungan komitmen pelaku industri timah di Indonesia. Dan menjadikan harga acuan ini sebagai harga Timah acuan di dunia," pungkasnya. (git)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement