Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Cuma RI & Bangladesh yang Masih Konsumsi Minyak Curah"

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2011 |11:25 WIB
Ilustrasi.
A
A
A

JAKARTA- Pemerintah targetkan di 2015, Indonesia sudah bebas dari pemakaian minyak goreng curah dan beralih ke minyak goreng dalam kemasan sederhana, MinyaKita .

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Gunaryo menuturkan, pihaknya akan mengeluarkan peraturan perdagangan agar hal tersebut dapat cepat terealisasi.

"Kita akan kukuhkan hal tersebut dengan pengukuhan dengan ada dasar hukumnya agar hal ini dapat mendorong semua pihak agar dapat merealisasikan target ini," ungkapnya kala ditemui dalam acara sosialisasi dan Promosi MinyaKita  di Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Dia melanjutkan, alasan perlunya masyarakat untuk mengkonsumsi MinyaKita  adalah Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk kurang lebih 230 juta orang memberikan artian bahwa potensi pasar di Indonesia sangat besar.

"Di dunia ini ada dua negara yang masih mengkonsumsi minyak goreng curah, yaitu Indonesia dan Bangladesh. Makanya kita hartus bergerak untuk mendorong masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minyak goreng curah," paparnya.

Lalu,secara kualitas MinyaKita  ini setara dengan minyak goreng dalam kemasan premium dan berbeda dengan minyak goreng curah. Selain itu dari sisi harga, MinyaKita  ini cenderung stabil dipasaran, sedangkan minyak curah harganya lebih berfluktuasi.

"Kalau harga minyak curah lebih berfluktuasi. Jika harga minyak dunia naik, harga minyak curah pun akan naik. Berbeda dengan MinyaKita  harganya akan lebih stabil," paparnya

Di sisi lain, dengan adanya penjualan MinyaKita  ini akan lebih banyak pedagang yang ikut berpartisipasi dalam penjualan MinyaKita  tersebut. "Bila sebelumnya pedagang menyiapkan kaleng atau kemasan lainnya untuk menjual minyak goreng,sekarang mereka tidak perlu repot-repot untuk menyediakan hal tersebut. Jadi mereka bisa menjual dimanan pun dan kapan pun," pungkasnya.

Sekedar informasi, sosialisasi dan promosi MinyaKita  ini sudah dilakukan kedelapan kota di Indonesia, yaitu Bandung, Yogjakarta, Medan, Makassar, Semarang, Denpasar dan Jakarta. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement