Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Petani Gambir Sumbar Hasilkan Uang Rp401 M

Rus Akbar , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2011 |13:20 WIB
Petani Gambir Sumbar Hasilkan Uang Rp401 M
Ilustrasi
A
A
A

PADANG - Ternyata pemasok utama gambir di Indonesia berasal dari petani gambir di Sumatera Barat yang memasok lebih kurang 80 persen ekspor gambir nasional yang di pasarkan ke India, Pakistan, Banglades, Srilanka, Singapura, Malaysia, Taiwan dan Jepang.

“Pengimpor gambir yang terbesar itu adalah negara India sebanyak 68 persen,” ungkap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di aula gubernuran, Jalan Jendral Sudirman, Padang, (16/12/2011).

Lanjut Irwan, berdasarkan data tahun 2010 Kabupaten Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan sebagai penghasil gambir jumlah petani mencapai 9.377 kepala keluarga dengan luas tanaman 28.325 hektare (ha).

“Jika satu hektare lahan gambir membutuhkan tenaga kerja intensif mulai panen sampai olahan sebanyak tiga orang, maka pertanian tanaman gambir mampu menyerap tenaga kerja lebih kurang 84.980 orang,” ungkapnya.

Kata Irwan, dalam setahun produksi gambir seluruh Sumatera Barat ini  sebesar 26.782 ton dan harga  rata-rata pada tingkat petani lebih kurang Rp15.000 per kg.

“Dengan harga tersebut para petani gambir bisa mengantongi uang sebanyak Rp401,73 miliar setiap tahunnya atau  Rp33,47 miliar per bulan. Dengan kondisi itu potensi ini tentu dapat sebagai pemicu percepatan pembangunan perekonomian daerah dan masyarakat,” katanya.

Walaupun demikian, persoalan yang mendera petani saat ini adalah ketidak stabilan harga yang terlalu rendah. Masalah ini kata Irwan, pemerintah terus mengambil langkah-langkah salah satunya petani harus menyimpan gambir-gambir setelah nilai harga stabil dan baru di ekspor secara terukur dan berkesinambungan.

“Memang saat ini kita masih dihadapkan pada permasalahan, pertama, kurang terpadunya kebijakan dan strategi yang komprehensif untuk pengembangan pola pemberdayaan  usaha ekonomi masyarakat berbasis gambir.  Kedua kurang konsistensi dan komitmen untuk mendukung akselerasi program, kegiatan dan pembiayaan yang terpadu antara, pemerintah, pemerintah daerah dan dunia usaha. Ketiga, masih lemahnya koordinasi dan pengawalan terhadap pelaksanaan kebijakan yang diterbitkan,” terangnya.

Menurut Irwan dengan masalah ini ke depan perlu memperkuat koordinasi dan komitmen lintas sektor dan derah serta mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan usaha petani dan pengolahan gambir.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement