JAKARTA - Pemerintah berharap persoalan harga yang menjadi ganjalan pembangunan FSRU Belawan, Sumatera Utara dapat diselesaikan pada tahun ini.
“(Harga) FSRU Belawan kalau bisa (selesai) akhir tahun ini. Itu pun menurut saya masih ambisius,” ungkap Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Jakata, Sabtu (17/12/2011).
Evita menuturkan, kedua belah pihak belum menyepakati harga gas yang dipasok dari Lapangan Tangguh sebanyak 140 mmscfd tersebut. “Proyek itu dapat dikatakan belum balik modal. Jadi mereka (KKKS) masih memerlukan biaya yang cukup banyak,” katanya.
Sementara hal-hal lain terkait pembangunan FSRU Belawan sudah terselesaikan, yakni lahan dan kapal. Untuk mengatasi defisit gas di atas 200 mmscfd, pemerintah membangun FSRU di Jawa Barat, Sumatera Utara dan Jawa Tengah.
Dengan adanya infrastruktur LNG terminal ini, diharapkan pasokan gas ke tempat yang jauh dari sumber gas bumi dapat dilakukan dalam bentuk pengiriman LNG. Sebelumnya, pasokan kebutuhan gas bumi domestik hanya dilakukan dengan menggunakan jaringan pipa gas bumi.
Pembangunan FSRU Jawa Barat dapat dikatakan paling maju dibandingkan lainnya. Ditargetkan pada 1 Maret 2012, FSRU Jawa Barat sudah dapat dioperasikan. Sebelumnya, commissioning akan dilakukan pada Januari 2012.
FSRU Jawa Barat dibangun oleh PT Pertamina dan PT PGN, berkapasitas tiga juta ton LNG pertahun atau setara dengan penyaluran 400 juta kaki kubik gas bumi per hari (mmscfd) yang akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik PLN Muara Karang dan Tanjung Priok, Jakarta.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.