>

Inilah Tantangan Pembangunan Indonesia Versi LIPI

|

Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Ilustrasi. Corbis.

 Inilah Tantangan Pembangunan Indonesia Versi LIPI
JAKARTA - Pembangunan holistik dan berkelanjutan harus menjadi perhatian utama pemerintah sebagai upaya meredam ekses negatif liberalisasi.

Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aswatini menyatakan, penetapan multi target pembangunan mutlak diutamakan di era liberalisasi dan globalisasi. Hal ini dapat dicapai melalui keseimbangan antara pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environment.

"Dari sisi politik, era reformasi melahirkan demokratisasi, pengelolaan ekonomi kepada pemerintah daerah melalui otonomi daerah dan penguatan peran civil society," ujar Aswatini dalam seminar Refleksi Akhir Tahun 2011, 'Mempersiapkan Indonesia Menyongsong Era Baru 2015', di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Selasa (20/12/2011).

Aswatini menilai, salah satu tantangan penting yang akan dihadapi pemerintah di masa depan adalah keberlanjutan pembangunan dengan pemanfaatan sumber energi yang harus mengutamakan perbaikan kualitas lingkungan.

"Ketahanan ekonomi tidak hanya bagaimana memperkuat daya saing produksi, tetapi juga ketahanan pangan dan energi termasuk penggunaan energi terbarukan," paparnya.

Adapun tantangan lain, di antaranya dalam bidang globalisme dan regionalisme, penurunan daya saing sektor industri nasional di pasar domestik, penguasaan kepemilikan asing di sektor perbankan, perdagangan ritel dan pasar modal serta beberapa konflik perburuhan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja asing.

"Dalam konteks inilah, ketahanan ekonomi, kedaulatan wilayah dan harga diri bangsa menjadi penting dalam mencermati konsekuensi dari adanya globalisasi dan regionalisasi yang terjadi," dia menegaskan.

Seminar refleksi akhir tahun LIPI ini menyajikan berbagai hasil penelitian LIPI dalam bidang globalisme dan regionalisme, ketahanan ekonomi, demokratisasi dan civil society, serta pengelolaan lingkungan dan energi. Diharapkan, pembahasan dalam bidang-bidang tersebut dapat menjadi masukan kebijakan untuk pemerintah dalam mengantisipasi berbagai tantangan terkait globalisasi dan regionalisasi. (mrt) (rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Wanita Terkaya di 7 Belahan Dunia