Kembangkan Produk Bank Syariah, BI Siapkan Dua Produk Baru

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Jum'at, 23 Desember 2011 14:41 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui perkembangan produk bank syariah belum optimal. Demi meningkatkannya, Bank Sentral masih berupaya membahas dua produk dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) agar dapat mengeluarkan fatwa atas produk tersebut.

"Saat ini memang perkembangan produk (perbankan syariah) belum optimal. Kita tengah membahas dua produk dengan DSN dan Ikatan Akuntan Indonesia untuk mengeluarkan dua produk tambahan bagi perbankan syariah," Ucap Direktur Perbankan Syariah BI Mulya Siregar ditemui di Gedung BI, Jakarta, Jumat (23/12/2011).
 
Mulya menjelaskan, produk tersebut adalah pencadangan dana bagi hasil bank syariah yang bertujuan agar ada fatwa yang menyatakan bank syariah bisa melakukan pencadangan dana bagi hasil. "Jadi, apabila interest rate naik, diikuti dengan kenaikan bunga deposito (bank konvensional), maka dana cadangan bank syariah bisa digunakan untuk menyeimbangkan kenaikan itu," lanjutnya.

Produk lainnya, lanjut Mulia, adalah kredit tanpa agunan (KTA) perbankan syariah yang ditujukan untuk sektor produktif mikro yang berbeda dengan konvensional.

"Prinsipnya bisa murabahah (jual beli) atau mudharabah (pemberian modal). Sampai saat ini kita masih pilot project dulu sebelum benar-benar diterapkan di industri," tambahnya.

Dia menambahkan, jika Dewan Syariah Nasional menyepakati produk dalam pilot project ini, Bank Sentral berharap akan bisa mengeluarkan fatwa tahun depan. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit