Kualitas Cadangan Devisa Terkuras Krisis

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Minggu, 25 Desember 2011 09:06 wib
Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) yakin cadangan devisa Indonesia akan tetap cukup untuk menghadapi gejolak krisis global yang dipicu Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Namun, kualitas cadangan devisa Indonesia dinilai telah menurun.

"Memang BI masih yakin kalau cadangan devisa kuat hadapi krisis, kuantitasnya mungkin tidak akan terkuras banyak, tetapi kalau dilihat kualitasnya sudah berkurang banyak," ungkap Pengamat Perbankan Yanuar Rizki ketika dihubungi okezone, Sabtu (24/12/2011)

Menurut Yanuar, kualitas cadangan devisa telah berkurang dikarenakan selama ini BI terus menggunakan cadangan devisa untuk melakukan operasi moneter khususnya di pasar sekunder dan valuta asing. Seperti diketahui, cadangan devisa memang berkurang banyak sejak USD124 miliar di Agustus, dan kini hanya berada di angka USD111,3 miliar.

"BI memang sudah seharusnya melakukan operasi moneter di pasar, tetapi bukan hanya dengan itu saja. BI juga perlu menjaga kestabilan pasar dengan menjaga struktur pasar dan melihat persaingan perbankan," lanjutnya.

Menurut Yanuar, melihat peta persaingan perbankan penting karena 90 persen dana di Indonesia masih berputar di perbankan, sedangkan sisanya di lembaga keuangan nonbank seperti asuransi dan multifinance.

Sebelumnya, Gubernur BI Darmin Nasution masih optimistis bahwa di tahun depan, cadangan devisa akan cukup untuk membiayai impor dan cicilan utang luar negeri setidaknya selama tujuh bulan ke depan. Nilai cadangan devisa saat ini, sekira USD111,3 miliar sendiri menurut BI setara dengan 6,4 bulan hasil ekspor. (nia) (rhs)
  • Jurmin » 0 Tanggapan
    dari 124M ke 113M hanya turun 8%. Istilah terkuras sepertinya terlalu provokatif. Dan cadangan devisa ini masih jauh lebih besar dibanding tahun2 sebelumnya yg tidak mencapai 80M. Apakah ada kepentingan tertentu dibalik media? sudah saatnya rakyat pintar-pintar membaca berita. dan sebaiknya jurnalis ikut mendukung membuat rakyat pintar, bukan hanya menjual berita dengan cara menggunakan judul provokatif dan mengorbankan kebenaran.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit