Ilustrasi
JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menyatakan bahwa PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) telah mengajukan laporan resmi mengenai ekspansi bisnis penerbangan untuk pelayanan khusus jet pribadi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay menjelaskan, saat ini perusahaan maskapai penerbangan dengan jumlah penumpang terbesar di Indonesia tersebut, tengah mengurus berkas untuk pelebaran sayap usaha selain penerbangan reguler yang telah ada saat ini. Usaha yang dimaksud yaitu membuka layanan khusus atau private business jet service di Tanah Air.
“(Lion Air) sudah mengajukan laporan ke Kementerian Perhubungan mengenai rencana perseroan untuk merambah bisnis jet tersebut, dan saat ini tengah kami pelajari,” kata Herry di Jakarta akhir pekan lalu.
Seperti diketahui, saat ini Lion Air juga tengah mengurus Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dengan perusahaan yang berbeda, yakni PT Space Aviation Service (Space Air)––maskapai penerbangan berjenis full services layaknya Garuda Indonesia. Berbeda dengan Space Air, usaha penerbangan layanan khusus private jet ini tidak membutuhkan SIUP terpisah.
"Lion Air tidak melaporkan untuk membuat SIUP baru melainkan hanya menambah status penambahan armada di SIUP Lion Air yang sudah ada,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait mengatakan pertengahan 2012 mendatang perusahaannya berencana melebarkan sayap bisnis di industri penerbangan dengan membuka layanan khusus atau private business jet service. Selain itu,Lion Air juga tahun depan berniat membuat perusahaan baru di bisnis penerbangan layanan full service.
Menurut Edward Sirait, bisnis private jet tersebut direncanakan akan menggunakan pesawat jet jenis Hawker berkapasitas sembilan kursi sebanyak dua pesawat dengan rute-rute yang akan dilayani kemungkinan rute jarak jauh (longhaul). Pesawat jet Hawker ini akan didatangkan secara bertahap mulai awal tahun depan.
“Nilai investasi yang dikeluarkan perseroan belum bisa kita informasikan karena masih dalam tahap negosiasi dan soal rencana bisnis jet tersebut nanti kita akan informasikan setelah semua proses sudah selesai,”ujarnya.
Dia menjelaskan, pangsa pasar yang dilirik perseroan adalah para pengusaha yang ingin melakukan perjalanan bisnis jarak jauh. Beberapa perusahaan sudah tertarik untuk kerja sama dengan Lion Air untuk terbang menggunakan private business jet service.Namun, Edward masih enggan mengungkapkan nama perusahaan-perusahaan tersebut.
Sementara itu, perseroan menetapkan keputusan menggunakan pesawat Boeing 737- 900ER untuk PT Space Aviation Service (Space Air), anak usaha yang akan memberikan pelayanan penerbangan full service dan jet sewa pada 2012. Lion rencananya memodifikasi jarak antarkursi (seat pitch) sejumlah Boeing 737-900ER, yang saat ini dioperasikan menjadi lebih lebar dan mengganti interior kabin dan warna pesawat tersebut.
Pesawat tersebut dipilih perseroan karena Boeing 737- 900ER merupakan pesawat bermesin jet ganda dengan jarak tempuh dekat hingga sedang, dengan kapasitas 215 penumpang dalam kategori layanan low cost carrier. Pesawat tersebut juga mengonsumsi avtur 20–30 persen lebih hemat dibandingkan pesawat lainnya dengan kapasitas penumpang yang sama. (heru febrianto) (Koran SI/Koran SI/wdi)