Melirik Berkah Investment Grade

\Melirik Berkah Investment Grade\
Ilustrasi: Grafik

KETIKA negara lain di belahan dunia lain terancam penurunan peringkat utang negara, Indonesia malah menerima kenaikan peringkat utang dari BB+ menjadi BBB- dari Fitch Rating pada 15 Desember 2011.

Artinya, Indonesia memperoleh predikat layak investasi (investment grade). Berkah apa yang akan dinikmati bank nasional? Mengapa Indonesia naik kelas? Karena Indonesia dinilai oleh Fitch Rating memiliki prospek pertumbuhan yang kuat. Indonesia pun berhasil menurunkan rasio utang publik, memperkuat likuiditas eksternal, dan memiliki kebijakan ekonomi makro yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

Kini Indonesia menanti predikat yang sama dari lembaga peringkat internasional lainnya, Standard & Poors dan Moodys. Jangan lupa, Indonesia pernah memperoleh predikat layak investasi pada 1997. Namun,predikat mentereng itu lenyap ketika Indonesia terlanda krisis ekonomi pada 1998. Predikat layak investasi berarti Indonesia menjadi negara yang nyaman dan aman bagi investor global.

Arus masuk dana asing (capital inflow) bakal membanjiri pasar keuangan nasional yakni pasar modal dan investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI). Tengok saja, sehari setelah pengumuman itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke 3.768,35 atau menguat 1,8 persen setelah dua hari berturut-turut jatuh diterjang isu negatif dari Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga demikian.Pada penutupan 15 Desember 2011 (hari pengumuman itu), kurs tengah di Bank Indonesia (BI) menunjukkan kurs tengah rupiah menguat terhadap dolar AS ke Rp9.035 per dolar AS. Harapan pun makin membubung tinggi. Hal itu akan membawa efek positif bagi pasar modal sehingga IHSG diharapkan dapat menembus 4.000 pada akhir tahun di tengah ancaman krisis Eropa yang makin nyata.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun diharapkan makin kokoh pada kisaran Rp8.500. Apalagi, ketika BI terus menerus terjun ke pasar. Lantas,berkah apa yang bakal dinikmati bank nasional? Pertama,mempermudah untuk menggapai modal. Bagi bank, modal itu boleh dikatakan sebagai jantungnya.Modal sangat diperlukan untuk mengantisipasi aneka potensi risiko kredit, risiko pasar,risiko likuiditas dan risiko operasional yang melekat erat pada produk dan jasa serta aktivitas perbankan.

Bayangkan kalau suatu bank mengalami risiko likuiditas, bank itu akan terancam pailit. Kegagalan suatu bank bukan hanya merugikan pemegang saham (shareholders) tetapi juga pemangku kepentingan (stakeholders) antara lain pemegang saham, BI sebagai regulator moneter, pemerintah (Kementerian Keuangan sebagai regulator fiskal,Kementerian BUMN), DPR, relasi, karyawan, dan nasabah.

Nasabah pun meliputi nasabah perusahaan (bank,perusahaan pembiayaan, asuransi, sekuritas, dana pensiun, korporasi) dan nasabah perorangan.Ringkas tutur,begitu besar dampak kegagalan suatu bank sebagai akibat risiko likuiditas. Untuk itu, bank tentu saja membutuhkan modal besar sebagai penyangga atau bantalan (buffer) aneka potensi risiko sehingga makin dipercaya nasabahnya.

Dengan demikian, bank akan semakin perkasa. Selain itu, modal juga diperlukan untuk mampu bersaing dengan gagah berani dengan sesama kelompok bank atau kelompok bank lainnya. Sebagai informasi, Bank for Internasional Settlements (BIS) telah mengeluarkan konsep permodalan yang dikenal dengan The 1988 Accord (Basel I). Sistem ini sebagai pengukuran bagi risiko kredit dengan mensyaratkan modal minimum delapan persen.

Kemudian, BIS mengeluarkan kerangka permodalan yang dikenal dengan Basel II. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kesehatan sistem keuangan dengan fokus pada perhitungan permodalan yang berbasis risiko. Indonesia akan menerapkan Basel II pada akhir 2012. Setelah itu, BI akan menitikberatkan pada pelaksanaan Basel III sebagai hasil pertemuan G-20.

Maka,predikat layak investasi itu juga diharapkan mampu meramaikan pasar modal sehingga mengundang banyak bank nasional untuk masuk bursa untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) dan atau menerbitkan saham baru (rights issue).Penerbitan obligasi korporasi pun bakal terkerek naik. Kedua, mempermudah untuk mendapatkan pinjaman valuta asing (valas).

Selama ini bank nasional juga memanfaatkan predikat layak investasi untuk menilai bank lain dalam memberikan credit line. Credit line merupakan suatu persetujuan atau perjanjian oleh bank kepada suatu perusahaan untuk boleh meminjam kapan saja pada jumlah tertentu (Richard A Brealey dan Stewart C Myers,1991). Oleh karena itu, dengan mengantongi predikat layak investasi, bank nasional akan lebih mudah untuk memperoleh pinjaman valas dari bank asing di dalam atau di luar negeri.

Pastilah peringkat masing-masing bank nasional juga menjadi salah satu faktor penilaian utama dalam pemberian pinjaman valas. Hal ini akan memberikan darah segar bagi bank nasional dalam memelihara likuiditas di tengah sentimen negatif krisis utang Eropa dan AS. Statistik Perbankan Indonesia bulan Oktober 2011 yang terbit pada 15 Desember 2011 menunjukkan bahwa kredit valas melejit 40,59 persen dari USD244,73 triliun per Oktober 2010 menjadi USD344,06 triliun per Oktober 2011.

Tetapi, dana pihak ketiga (DPK) valas hanya tumbuh 6,39 persen dari USD345,29 triliun menjadi USD367,34 triliun. Ini menegaskan bahwa kredit valas lebih banyak disumbang bukan oleh DPK namun sumber lain misalnya kredit valas sebagai dana mahal. Sungguh, komposisi yang berisiko tinggi. Dengan berkah tersebut, modal bank nasional akan lebih berotot untuk mampu menekan potensi risiko.

Bank nasional juga lebih perkasa dalam bersaing dengan bank asing yang bermodal raksasa. Namun, ingatlah untuk selalu menerapkan manajemen risiko sebagai tameng dalam berbisnis.

PAUL SUTARYONO

Pengamat Perbankan dan Mantan Asisten Vice President BNI

(wdi)

Glossary

  • Abuse of Process

    Suatu aksi yang memboroskan waktu atau yang menggannggu, misalnya mengajukan kembali suatu perkara yang sudah diputuskan oleh pengdilan yang berwenang adalah pemakaian hak sewenang-wenang. Pengadilan itu dapat tinggal diam atau membubarkan aksi yang demikian.

  • Akuisisi

    Penggabungan badan usaha dengan cara menguasai sebagian besar saham badan usaha lain. Dengan akuisisi, dua atau lebih badan usaha tersebut tetap eksis secara hukum dan badan usaha yang menguasai saham paling besar menjadi induk perusahaan yang harus menyajikan laporan keuangan konsolidasi. Jadi, pada prinsipnya saham atau aset dari suatu perusahaan dibeli atau diambil alih oleh pihak lain baik perusahaan atau perorangan.

  • Agen Penjual

    Perusahaan Efek yang ditunjuk sebagai agen untuk menjual saham baru kepada masyarakat.

  • Afiliasi

    Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horisontal maupun vertikal. Hubungan antara pihak dengan pegawai direktur atau komisaris dari pihak tersebut. Hubungan antara perusahaan dengan pihak yang secara langsung atau tidak langsung mengendalikan, dikendalikan, atau di bawah suatu pengendalian dari perusahaan tersebut atau, Hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

  • Agio

    Nilai yang dimaksudkan ke dalam modal sendiri yang berasal dari selisih harga jual dikurangi nilai pari suatu emisi saham yang berasal dari dalam portepel dan dicatat di dalam akun (rekening) tersendiri yang juga bernama AGIO.

  • Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)

    Aktiva nonmoneter yang dapat diidentifikasi dan tidak memiliki wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif.

  • Bad Faith

    Pada umumnya ialah yang bertalian dengan fraud yang sebenarnya atau yang direncanakan, atau maksud untuk menipu atau memalsu; suatu kelalaian atau penolakan dengan sengaja untuk memenuhi suatu kewajiban atau utang. An act in bad faith adalah suatu tindakan yang tidak dipenuhi oleh suatu kekhilafan yang jujur atau karena tidak mengetahui, akan tetapi oleh suatu motif yang jahat atau yang mementingkan diri sendiri.

  • Balance Sheet

    Suatu pernyataan mengenai aktiva dan pasiva sesuatu perusahaan pada suatu waktu tertentu, seperti yang dibedakan dari suatu income statement, yakni yang memberi laporan tentang apa yang telah terjadi selama suatu jangka waktu.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Batasan Pada Jaminan Nasabah

    Nilai maksimum dari Efek dan atau saldo kredit yang dapat ditahan oleh Perusahaan Efek sebagai jaminan penyelesaian pesanan terbuka dan kewajiban nasabah lainnya yang tidak termasuk kewajiban dalam Rekening Efek Marjin.

  • Biro Administrasi Efek

    Pihak yang berdasarkan kontrak dengan Emiten melaksanakan pencatatan pemilikan Efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan Efek.

  • Book-Entry Settlement

    Penyelesaian Transaksi dilakukan dengan mendebit dan mengkredit Efek pada rekening kustodian.

  • Blue Chip

    Saham blue chip atau blue chip Stocks, merupakan saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

  • Brexit

    Brexit alias British Exit adalah pristiwa kala Inggris meninggalkan zona Uni Eropa

  • Cabotage

    Asal mulanya dari bahasa Prancis, yakni pelayaran melalui pantai seperti yang dibedakan dari pelayaran atau perdagangan samudra. Sekarang dalam dunia pengangkutan udara, adalah operasi-operasi dalam negeri berlainan dengan operasi internasional.

  • Capital, Invested

    Suatu istilah yang kadang-kadang dipakai untuk menggambarkan jumlah uang tunai dan aktiva yang dibayarkan ke dalam suatu perusahaan plus semua surplus yang diperoleh yang dikembalikan kepada perusahaan itu. Jadi, ia adalah suatu sinonim untuk the net worth daripada suatu perusahaan. Biasa juga disebut dengan istilah Kapital yang ditanam.

  • Capital, Equity

    Suatu istilah untuk bagian dari dana yang dipakai dalam suatu perusahaan yang telah ditanamkan atau diinvestasikan oleh para pemiliknya, bukan yang dipinjamkan oleh para kreditur. Secara bebas diartikan, suatu surat efek, seperti saham biasa, yang mewakili kepemilikan dalam suatu perusahaan.

  • Calon Perusahaan Tercatat

    Perseroan Terbatas yang telah mengajukan surat permohonan pencatatan Efeknya di Bursa.

  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Suatu teori penetapan harga aktiva dimana tingkat pengembalian dari aktiva atau surat berharga tersebut adalah sebesar tingkat bunga bebas risiko ditambah dengan faktor penyesuaian sebesar risk premium dikalikan dengan risiko sistematik aktiva tersebut.

  • Capital Gain

    Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga jual suatu efek. Apabila perbedaan tersebut bersifat negatif (rugi) disebut capital loss.

  • Conflict of Interest (benturan kepentingan)

    Perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan dengan kepentingan ekonomis pribadi direktur, komisaris, atau pemegang saham utama perusahaan.

  • Cash flow

    Biasa di sebut aliran kas, merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain, aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.

  • Capital Expenditure (capex)

    Atau pengeluaran modal, adalah investasi dalam bentuk asset atau infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang diperlukan untuk memberikan, memperluas dan atau meningkatkan kualitas layanan public. Nilai buku asset akan disusut (depresiasi) selama umur ekonomisnya yang wajar (kecuali tanah).Yang termasuk Capex antara lain : pembangunan atau pembelian jaringan, server dan PC, perangkat lunak, bangunan, dan tanah.

  • Date of Exportation

    Hari tanggal barang dagangan meninggalkan suatu negara menurut kenyataannya. Pemungut bea biasanya menganggap atau menetapkan harga pasar barang-barang yang diekspor itu sebagai harga pada hari yang tertentu itu.

  • Default (Kelalaian)

    Kekhilafan atau kelalaian untuk melaksanakan atau memenuhi suatu kewajiban atau utang; kelalaian untuk memenuhi suatu utang bilamana sudah habis temponya; terutama yang di bawah kontrak. Misalnya saja kelalaian melakukan pembayaran promisory note, obligasi atau hipotek atau suatu dividen, atau pembayaran bunga atas suatu obligasi atau surat efek lainnya, bilamana sudah habis temponya.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Hasil Kliring Netting (DHK Netting)

    Dokumen elektronik hasil Kliring secara Netting yang dilakukan oleh KPEI yang berisikan hak dan kewajiban setiap Anggota Bursa Efek yang timbul dari Transaksi Bursa yang terjadi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar Kurs Efek (DKE) daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Daftar Kurs Efek (DKE)

    Daftar harian yang diterbitkan bursa efek yang memuat keterangan tentang efek yang tercatat, kurs efek, volume, nilai dan frekuensi transaksi, tawaran beli jual, indeks harga saham dan lain-lain yang berkaitan dengan transaksi bursa.

  • Depresiasi

    Atau penyusutan, adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Debt Ratio

    Merupakan total utang berbanding total aset. Rasio ini mengukur seberapa banyak aset yang dibiayai oleh hutang. Misalnya, rasio hutang 30 persen artinya, 30 persen dari aset dibiayai oleh hutang. Rasio hutang bisa berarti buruk pada situasi ekonomi sulit dan suku bunga tinggi, dimana perusahaan yang memiliki debt rasio yang tinggi dapat mengalami masalah keuangan, namun selama ekonomi baik dan suku bunga rendah maka dapat meningkatkan keuntungan.

  • Eased Off

    Suatu istilah yang dipakai di bursa efek dan komoditi apabila hal itu menunjukkan suatu reduksi atau pengurangan dalam harga-harga itu secara berangsur dan kecil.

  • Earning Asset

    Suatu istilah yang dipakai untuk investasi tertentu yang dibebani bunga modal dan yang diselenggarakan atau dikuasai oleh The Unitede Federal Reserve Banks. Investasi yang demikian dapat berupa uang kertas bank-bank anggota yang terjamin, uang yang didiskontokan untuk bank-bank anggota dan untuk federal reserve banks lainnya, bermacam-macam surat-surat wesel, dan dengan syarat-syarat tertentu, obligasi Amerika Serikat, sertifikat-sertifikat dan surat-surat utang.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek

    Surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tetap

    Efek beragun aset arus kas tetap efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya menerima pembayaran dengan jadwal tertentu, walaupun jadual pembayaran tersebut dapat berubah karena keadaan tertentu.

  • Efek Beragun Aset Arus Kas Tidak Tetap

    Efek beragun aset yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran secara bersyarat dan dalam jumlah yang tidak tetap.