JAKARTA - Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat menurun tajam hingga 50 persen pada dua pekan terakhir Desember. Nilai rata-rata transaksi harian indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir tercatat hanya sebesar Rp2,8 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp5–6 triliun. Pada perdagangan kemarin, nilai transaksi IHSG bahkan tercatat hanya Rp2,536 triliun.
"Fund manager (manajer investasi) asing sudah tutup buku sejak sebulan yang lalu, sementara yang masih bertransaksi saat ini lebih banyak investor ritel. Sehingga sebanyak apa pun transaksi, secara volume tidak akan besar,” ujar analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Alfatih di Jakarta.
Menurut dia, dengan transaksi yang semakin tipis,pergerakan IHSG cenderung terbatas untuk melaju lebih tinggi akhir tahun ini.Dia memperkirakan kenaikan tertinggi IHSG masih akan pada posisi 3.800- an. Pada perdagangan kemarin, IHSG mengalami kenaikan sebesar 39,558 poin (1,05 persen) ke level 3.808,772.
Kenaikan tersebut merupakan yang tertinggi di wilayah Asia. Namun sayangnya, kenaikan tidak didukung volume yang memadai.Tercatat nilai transaksi yang dibukukan hanya sebesar Rp2,536 triliun, dengan frekuensi sebanyak 80.546 kali pada volume 3,796 miliar lembar saham, sementara asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp281,988 miliar.
Kenaikan tersebut, menurut Alfatih, belum cukup kuat untuk melanjutkan penguatan untuk menutup tahun pada 3.900. Pelaku pasar lebih memilih mengambil liburan, dibandingkan melakukan transaksi. Aksi ambil untung (profit taking) pun marak dilakukan. Terlihat dari kenaikan IHSG yang sempat menyentuh level 3.813,091, harus terdepresi ke 3.808,772 menjelang penutupan, karena adanya profit taking.
“Pasar memang sudah dilanda kelesuan menjelang libur akhir tahun. Ini menyulitkan kenaikan level sesuai harapan,” papar dia.
Alfatih mengatakan, rebound baru akan terjadi di awal tahun depan dengan kenaikan menuju level 4.000 pada kuartal I-2012.Kenaikan tersebut masih akan berlanjut menuju 4.275 hingga akhir 2012.Pertumbuhan level IHSG didukung adanya kenaikan peringkat utang Indonesia ke level investment grade, yang memberi konfidensi lebih bagi likuiditas asing masuk ke dalam negeri.
Selain itu,konsumsi domestik yang kuat serta realisasi pembangunan infrastruktur melalui program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia), mendukung iklim investasi yang baik di dalam negeri serta pertumbuhan ekonomi yang kuat. “Di samping itu, kekhawatiran terhadap krisis Eropa pun mulai mereda,” ujarnya.
Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, lambatnya pergerakan IHSG disebabkan kenaikan cepat (rally) yang biasanya terjadi di pengujung tahun,tidak terlihat tahun ini.Kecemasan terhadap ekonomi global membuat investor cenderung melepas investasi tahun ini, demi melihat peluang di tahun depan.
Menurut dia,kelesuan di pasar saham mulai terasa menjelang libur Natal,di mana nilai transaksi menyusut menjadi hanya sekitar Rp2,9 triliun pada akhir pekan lalu.Kelesuan tersebut masih berlanjut pekan ini,di mana dalam dua hari perdagangan, rata-rata nilai transaksi hanya sebesar Rp2,8 triliun.
Kondisi ini menurutnya masih akan berlanjut hingga akhir tahun ini. Pelaku pasar,kata dia,masih akan melanjutkan aksi jual untuk merealisasikan keuntungan seiring dengan buruknya sentimen eksternal yang muncul. Selain belum ada berita positif dari penyelesaian krisis utang Eropa, sentimen lain muncul dari regional berupa turunnya indeks kepercayaan konsumer di Korea Selatan.
“Akumulasi saham pun dilakukan secara terbatas.Pergerakan di bursa global dan regional pun cenderung flat,”kata dia.
Menjelang akhir tahun ini, IHSG diperkirakan tidak akan bergerak melebih level 3.700– 3.835. Harapan untuk bisa menutup akhir tahun di posisi 3.900,masihmenunggumunculnya katalis yang lebih kuat lagi.
Dia mengatakan,ketakutan terhadap ekonomi global membuat aksi windows dressing tidak terlihat signifikan.Beberapa saham memang terlihat bergerak di luar kebiasaan. Namun, pergerakannya tidak terlalu besar untuk mengangkat level indeks lebih tinggi lagi.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.