JAKARTA - PT Kriling Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) mencatatkan sepanjang periode 2011 ini Anggota Kliring (AK) tidak pernah mengalami gagal bayar dalam penyelesaian transaksi bursa.
Seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkn oleh KPEI, Jakarta, Sabtu 931/12/2011), sampai dengan 29 Desember 2011 total frekuensi transaksi bursa seebsar 28,86 juta kali transaksi dengan rata-rata frekuansi transaksi bursa harian sebesar 117.382 kali transakti.
Adapun total volume transaksi bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencapai 1,30 triliun unit saham dengan rata-rata volume transaksi bursa harian sebesar 5,30 miliar unit saham, serta total nilai transaksi bursa yang dicapai sebesar Rp1.226,57 triliun dengan rata-rata nilai transaksi bursa harian sebesar Rp4,99 triliun.
Untuk proses kliring transaksi bursa yang dilakukan secara netting oleh KPEI sepanjang 2011 telah mencapai efisiensi volume penyelesaian transaksi bursa dengan rata-rata harian sebesar 57,52 persen, sehingga volume transaksi efek yang diselesaikan melalui KPEI menjadi sebesar 42,48 persen atau 2,10 miliar unit saham per hari.
Efisiensi nilai dari penyelesaian transaksi bursa rata-rata harian adalah sebesar 82,32 persen sehingga rata-rata harian nilai penyelesaian dana yang dilakukan melalui KPEI menjadi sebesar 17,68 persen atau sejumlah Rp845,79 miliar.
Dengan tingkat efisiensi kliring penyelesaian transaksi bursa baik dari sisi efek maupun dana yang cukup signifikan, tentunya akan mengurangi beban anggota kliring (AK) dalam menyelesaikan transaksi bursanya yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi proses penyelesaian transaksi bursa serta dapat meningkat likuiditas pasar.
Sepanjang 2011, penyelesaian transaksi bursa yang dilakukan mekanisme alternate cash seattlement (ACS) terjadi atas 66 KK dalam hari berbeda dengan total volume penyelesaian efek seebsar 8,74 juta unit saham yang setara dengan nilai ACS-nya sebesar Rp23,10 miliar. (git)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.