Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warga Miskin di Pedesaan Provinsi Aceh Bertambah

Salman Mardira , Jurnalis-Selasa, 03 Januari 2012 |16:36 WIB
Warga Miskin di Pedesaan Provinsi Aceh Bertambah
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

BANDA ACEH - Dana melimpah diterima Aceh sebagai provinsi dengan Otonomi Khusus, nampaknya belum mampu mengentaskan kemiskinan di pedesaan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, hingga September 2011 penduduk miskin di pedesaan dalam Provinsi Aceh mencapai 730.890 sementara pada Maret 2011 penduduk miskin berjumlah 718.780 jiwa.

"Di daerah pedesaan terjadi peningkatan sebesar 0,14 persen," kata Kepala BPS Aceh Syeh Suhaimi di Banda Aceh, Selasa (3/1/2012).

Beberapa penyebab naiknya tingkat kemiskinan di pedesaan adalah masih banyaknya tingkat pengangguran terbuka, dan lambatnya pertumbuhan Nilai Tukar Petani. Suhaimi menambahkan, banyak warga yang hidup di perkampungan belum sejahtera karena hidup di bawah garis kemiskinan.

"Besar-kecilnya penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," ujarnya.

Selama periode Maret-September 2011 garis kemiskinan di Aceh naik 5,04 persen yaitu dari Rp303.692 per kapita per bulan pada Maret menjadi Rp346.385 per kapita per bulan pada September.

Dalam periode tersebut garis kemiskinan di daerah pedesaan, juga naik sebesar 5,54 persen yaitu dari Rp292.085 per kapita per bulan pada Maret 2011 menjadi Rp308.265 per kapita per bulan pada September.

Suhaimi mengatakan, komoditi paling penting bagi penduduk miskin adalah beras, di mana pada September 2011 sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan sebesar 36,93 persen di pedesaan. Untuk garis kemiskinan bukan makanan, biaya pakaian jadi berperan besar dengan total pengeluaran 28,63 persen di pedesaan. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement