Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Lion Air Group menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama pasokan bahan bakar avtur kepada salah satu maskapai penerbangan swasta terkemuka di Indonesia tersebut.
Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan Direktur Utama Lion Air Group Rusdi Kirana. Nota Kesepahaman tersebut disepakati untuk memperkokoh kerja sama kedua perusahaan yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
Nota Kesepahaman tersebut menjadi tonggak penting bagi peningkatan hubungan bisnis antara Pertamina dan Lion Air Group, dengan senantiasa mengutamakan prinsip-prinsip GCG dan tetap memegang prinsip komersialitas.
"Manajemen kedua perusahaan juga berharap perjanjian tersebut dapat dipertahankan bahkan dikembangkan di masa depan," ujar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/1/2012).
Dirinya mengatakan, Lion Air Group merupakan salah satu konsumen penting bagi Pertamina khususnya dalam pengembangan bisnis Aviasi Pertamina saat ini dan di masa mendatang. Di 2011, Lion Air Group menjadi salah satu konsumen Avtur terbesar Pertamina dengan pembelian sebanyak 757 ribu kiloliter (kl).
"Kami sampaikan apresiasi kepada Lion Air Group yang telah memberikan kepercayaan kepada Pertamina. Kepercayaan untuk mengutamakan dan memberi prioritas utama kepada Pertamina sebagai pemasok layanan Avtur Lion Air Group tentunya tidak akan kami sia-siakan," tutur Karen.
Lebih lanjut Karen menambahkan dengan visi sebagai pemasar produk aviasi kelas dunia, aviasi Pertamina telah membuktikan produknya mampu bersaing dengan produk aviasi perusahaan lain.
Aviasi Pertamina telah mendapatkan kepercayaan untuk melayani pengisian avtur di berbagai belahan dunia, baik di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Jeddah, Hong Kong, Amsterdam, dan sejumlah kota lainnya di kawasan Asia, Eropa, dan negara-negara Kepulauan Pasifik.
"Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan terbaik bagi konsumen aviasi kami, termasuk Lion Air Group," pungkas Karen. (ade)