Bikin Rancangan Anggaran Biaya Sebelum Bangun Rumah

|

Riani Dwi Lestari - Okezone

foto: ist

Bikin Rancangan Anggaran Biaya Sebelum Bangun Rumah
JAKARTA - Jika Anda memiliki rencana untuk membangun atau merenovasi rumah dalam waktu dekat, sebaiknya Anda perkirakan dulu anggaran yang dibutuhkan. Membuat Rancangan Anggaran Biaya (RAB) bisa membantu Anda untuk mengetahui berapa biaya yang harus Anda siapkan ketika membangun atau merenovasi rumah.

Pasalnya, dalam suatu proyek pembangunan rumah atau hunian lainnya, pemilik bangunan umumnya menghendaki pengeluaran biaya yang sehemat mungkin, tetapi dapat memperoleh hasil berkualitas tinggi dan sesuai yang diharapkan.

Oleh karena itu, rencana pembiayaan bisa berperan sangat penting dalam suatu proyek pembangunan rumah. Untuk mengetahui bagaimana cara menghitung RAB, Anda bisa menyimak tahapan berikut, seperti dikutip dari situs Bangunrenovasirumah, Kamis (5/1/2012).

Sebelum memasuki detail tahapan, Anda perlu mengetahui dua kategori RAB, yaitu  estimasi biaya kasar yang berarti penaksiran biaya secara global dan menyeluruh yang dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat, serta perhitungan anggaran biaya atau penghitungan biaya secara detail dan terinci disesuaikan dengan perencanaan yang ada, seperti berikut ini:

1. Tahapan Estimasi Biaya.

Penaksiran anggaran biaya yang dilakukan adalah melakukan proses perhitungan volume bangunan yang akan dibuat, harga satuan standar dari tipe bangunan dan kualitas finishing bangunan yang akan dikerjakan.

Karena taksiran dibuat sebelum dimulainya rancangan bangunan, maka jumlah biaya yang diperoleh adalah taksiran kasar biaya bukan biaya sebenarnya atau aktual, sebagai contoh:

Jenis bangunan dengan standar bangunan kelas A, maka harga satuan standarnya adalah @ Rp1,5 juta /m2, Luas bangunan 100 m2, maka asumsi biaya yang dibuat adalah : luas bangunan dikalikan dengan harga satuan standar, yaitu: 100 x @Rp1,5 juta/m2 = Rp150 juta.

2. Tahapan Perhitungan Anggaran Biaya.

Perhitungan anggaran terperinci dilakukan dengan cara menghitung volume dan harga-harga dari seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan, agar nilai bangunan dapat dipertanggungjawabkan secara benar dan optimal.

Cara penghitungan yang benar adalah dengan menyusun semua komponen pekerjaan mulai dari tahapan awal pembangunan (Pekerjaan persiapan) sampai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan (Pekerjaan Finishing).

Komponen pekerjaan antara lain terdiri dari pekerjaan persiapan terdiri yang pembersihan lahan, cut and fill, pagar pengaman, mobilisasi dan demobilisasi. Kemudian pekerjaan sipil yang terdiri dari pondasi, sloof, kolom, dinding dan rangka penutup atap.

Selanjutnya pekerjaan finishing, terdiri dari lantai, dinding, plafon, dan penutup atap. Serta pekerjaan instalasi mekanikal, elektrik dan plumbing (saluran air). Instalasi ini terdiri dari jaringan listrik, telepon, tata suara, tata udara, air bersih dan air kotor.

Tidak ketinggalan pekerjan luar atau halaman, terdiri dari perkerasan jalan, jalan setapak, pagar halaman, dan taman.
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Potensi Ikan Hias di Indonesia Capai USD1,5 Miliar