Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masalah Klasik Jadi Kambing Hitam Tak Tercapainya Lifting Minyak

Masalah Klasik Jadi Kambing Hitam Tak Tercapainya <i>Lifting</i> Minyak
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Tidak tercapainya target lifting minyak di 2011 ini dinilai mengecewakan beberapa kalangan. Kinerja pemerintah terkait target lifting masih jauh di bawah target yang ditetapkan APBN.

Berbagai kendala yang menjadi penyebab tidak tercapainya target ini juga dinilai masih seputar masalah-masalah klasik yang dari tahun ke tahun itu terus yang dijadikan kambing hitam.

"Kalau tidak masalah unplanned shutdown, atau masalah penurunan alamiah sumur minyak. Kalau kinerja pemerintah tidak diperbaiki, target lifting minyak sebesar 950 ribu barel per hari di 2012 bisa tidak tercapai lagi," tukas Anggota DPR RI Mustafa Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Kamis (5/1/2012).

Oleh karena itu, Mustafa berharap pemerintah melalui BP Migas harus mengevaluasi kegagalan pencapaian lifting minyak selama tiga tahun berturut-turut ini. "Perlu ada perbaikan," tandasnya.

Seperti diketahui, UU APBN-P 2011 telah mengamanatkan pemerintah untuk memenuhi target lifting minyak sebesar 945 ribu barel per hari. Namun hingga berakhirnya 2011, pencapaian rata-rata hanya 898 ribu barel per hari.

Menurutnya, gagalnya pencapaian lifting minyak ini bukan yang pertama kali. Pada 2010, lifting minyak juga hanya mencapai 954 ribu barel per hari, sedangkan targetnya adalah 965 ribu barel per hari (APBN-P 2010). Demikian juga di 2009, di mana target APBN-P 2009 adalah 960 ribu barel per hari, namun hanya tercapai  948 ribu barel per hari.

"Dengan hasil yang ada seperti ini, berarti ada pelanggaran terhadap UU APBN yang telah ditetapkan dan ini terjadi setiap tahun, ditetapkan targetnya, lalu tidak pernah tercapai," tambahnya.

Ketua Fraksi PKS tersebut menyarankan agar pemerintah mau belajar dari apa yang terjadi di Blok ONWJ.

"Kita tahu bahwa di Blok itu ketika dikelola BP, produksinya hanya 23 ribu barel per hari, tapi setelah ditangani Pertamina produksinya meningkat jadi 31 ribu barel per hari, berarti ada yang salah dari KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang selama ini mengelola Blok-blok Minyak kita," pungkasnya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement